Wisata Religi Bukit Lebah Subang Kian Ramai, Diki Candra Ajak Umat Siapkan Diri Hadapi Akhir Zaman

Kajian dan doa bersama Akang Diki Candra di Bukit Lebah, Desa Nagrak, Ciater, Subang memadukan wisata alam dan penguatan spiritual.
banner 468x60

SUBANG, Radarjakarta.id – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern dan derasnya arus digitalisasi, sebuah perbukitan sunyi di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, justru menjadi magnet spiritual baru.

13 jurnalis yang terhimpun dalam Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI) melakukan kegiatan wisata alam religi menjelang bulan suci Ramadhan 2026 menuju Bukit Lebah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Bukit Lebah, yang dikelola oleh Majelis Gerakan Akhir Zaman (Majelis GAZA), kini semakin ramai dikunjungi masyarakat luas baik lokal maupun mancanegara yang ingin memadukan wisata alam dengan perenungan makna hidup dan akhir zaman.

Berlokasi di Desa Nagrak, Ciater, Bukit Lebah menghadirkan konsep wisata religi berbasis alam dengan fasilitas glamour camping (glamping).

Pengunjung tidak hanya menikmati kesejukan udara pegunungan dan panorama alam yang luas, tetapi juga dapat mengikuti rangkaian kajian keislaman, shalat berjamaah, hingga refleksi diri tentang kehidupan dan persiapan menuju akhirat.

Ketua Gerakan Akhir Zaman (GAZA), Diki Candra menegaskan bahwa wisata religi bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat indah, melainkan perjalanan batin untuk menyadari hakikat kehidupan.

“Di tempat seperti ini, manusia diingatkan bahwa dunia hanyalah persinggahan. Alam yang luas dan sunyi membuat hati lebih mudah tersentuh untuk mengingat Allah dan memikirkan kehidupan setelah mati,” ujar Akang Diki, Senin (16/2/2026).

Selain kegiatan spiritual, Bukit Lebah juga menawarkan pengalaman glamping yang nyaman di tengah alam. Keindahan air terjun kembar yang menjadi ikon kawasan ini turut memperkuat daya tarik wisata religi tersebut.

Konsep ini dinilai efektif karena menggabungkan kebutuhan rekreasi keluarga dengan penguatan nilai-nilai keimanan.

Pengunjung dapat menikmati momen kebersamaan, sekaligus mengikuti dzikir, doa bersama, dan kajian akhir zaman yang rutin digelar Majelis GAZA.

Menurut Akang Diki, fenomena akhir zaman tidak semestinya disikapi dengan ketakutan berlebihan. Justru, hal itu harus menjadi pengingat untuk memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kepedulian sosial.

“Persoalan umat hari ini bukan hanya ekonomi atau politik, tetapi krisis moral dan spiritual. Lunturnya kejujuran, meningkatnya konflik, hingga melemahnya solidaritas adalah tanda kita perlu kebangkitan ruhani,” tegasnya.

Salah satu fokus utama Majelis GAZA adalah melibatkan generasi muda dalam setiap kegiatan di Bukit Lebah. Akang Diki menilai anak muda membutuhkan ruang spiritual yang relevan dan inspiratif agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi digital.

“Anak muda jangan hanya dikenalkan pada wisata hiburan. Mereka juga perlu diajak ke tempat yang menumbuhkan kesadaran spiritual,” ujarnya.

Akang Diki berharap Bukit Lebah dapat menjadi simbol gerakan kebangkitan ruhani yang damai dan inklusif. Alam, menurutnya, adalah guru terbaik yang mengajarkan ketenangan, kesederhanaan, dan kebesaran Sang Pencipta.

Majelis GAZA juga membuka diri bagi siapa pun, tanpa memandang latar belakang, untuk datang, berdiskusi, bersilaturahmi, atau sekadar berwisata bersama keluarga.

Kegiatan yang digelar di kawasan ini meliputi kajian akhir zaman, refleksi diri, doa bersama, hingga penguatan amal saleh. Pendekatan yang menyentuh hati dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif umat.

“Akhir zaman adalah pengingat bahwa waktu kita terbatas. Maka gunakan waktu untuk kebaikan, menebar manfaat, dan memperbaiki diri,” tutur Akang Diki.

Lanjutnya, melalui wisata religi di Bukit Lebah, Majelis GAZA berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.

Keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal diyakini menjadi kunci menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

“Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, pesan dari perbukitan sunyi di Subang itu terasa sederhana namun mendalam yakni kembali pada nilai-nilai keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang kekal,” pungkasnya.

Para peserta IJMI memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan wisata alam religi ini menjelang bulan suci Ramadhan 2026 menuju Bukit Lebah ini yang difasilitasi Majelis GAZA.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.