Warga Karo Bangun Patung Jokowi Rp 2,5 Miliar, Jadi Ikon Baru di Tengah Perbukitan

banner 468x60

RADAR JAKARTA|KARO – Di tengah perbukitan sejuk dan asri Sumatera Utara, sebuah monumen megah berdiri dengan gagah: Patung Juma Jokowi. Patung setinggi empat meter itu kini menjadi sorotan nasional tak hanya karena bentuknya yang unik, tetapi juga karena kisah inspiratif di balik pembangunannya.

Berbeda dari monumen kebanyakan, Juma Jokowi bukan proyek pemerintah. Ia lahir dari semangat gotong royong warga enam desa dan tiga dusun di kawasan Liang Melas Datas, Kabupaten Karo. Nilainya fantastis: Rp 2,5 miliar. Seluruh biaya dikumpulkan secara swadaya oleh warga, dibantu sejumlah dermawan dari dalam dan luar daerah.

Simbol Rasa Terima Kasih

Masyarakat setempat membangun patung ini sebagai bentuk penghargaan mendalam atas perhatian Presiden Joko Widodo terhadap infrastruktur daerah mereka. Sebelumnya, jalan sepanjang 37 kilometer di wilayah ini rusak parah selama bertahun-tahun. Setelah diperbaiki atas instruksi Jokowi, mobilitas warga dan aktivitas pertanian meningkat pesat.

“Patung ini bukan sekadar monumen, tapi lambang rasa syukur kami,” ujar Efranda Kembaren, Kepala Desa Kuta Mbelin.

Desain Sarat Makna

Patung Jokowi tampil memukau: tangan kirinya menggenggam jeruk komoditas andalan warga, sementara tangan kanannya mengepal ke atas, simbol semangat dan perjuangan. Bagian bawah patung berbentuk api, menggambarkan tekad yang menyala-nyala. Terbuat dari tembaga, patung ini berdiri di tengah taman bunga dan kebun jeruk yang dirawat warga setempat.

Disokong Donatur, Termasuk Bobby Nasution

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang juga menantu Presiden Jokowi, turut menjadi salah satu donatur besar. Saat peletakan batu pertama pada 4 November 2023, Bobby menyumbangkan Rp 500 juta.

“Saya hadir mewakili keluarga, dan saat panitia menyampaikan adanya kekurangan dana, saya dan teman-teman memberikan bantuan,” kata Bobby.

Jokowi Sempat Berkunjung, Tapi Tak Melihat Patung

Pada Jumat siang, Presiden Jokowi kembali mengunjungi kawasan Liang Melas Datas. Namun, kunjungannya kali ini fokus membantu para petani jeruk yang sedang menghadapi serangan hama lalat buah. Meski tak sempat melihat langsung patung yang dibangun untuknya, warga tetap merasa bangga.

“Pak Jokowi datang lagi ke LMD, walau beliau tak sempat melihat patungnya. Kami tetap senang,” ujar Efranda.

Ikon Wisata Baru Sumatera Utara?

Dengan desain ikonik dan cerita menyentuh, Juma Jokowi tak hanya menjadi lambang lokal, tapi berpotensi besar menjadi destinasi wisata baru. Meski penataan lingkungan di sekitarnya baru rampung 75 persen, antusiasme masyarakat sudah terasa luar biasa.

“Juma Jokowi kini menjadi simbol Liang Melas Datas. Pengingat abadi atas perhatian dan kebaikan Pak Jokowi,” tutup Efranda.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.