Wamen Transmigrasi Apresiasi Cokelat Manokwari Selatan sebagai Produk Unggulan Berorientasi Ekspor

Wamen Transmigrasi Apresiasi Cokelat Manokwari Selatan sebagai Produk Unggulan Berorientasi Ekspor
Wamen Transmigrasi Apresiasi Cokelat Manokwari Selatan sebagai Produk Unggulan Berorientasi Ekspor
banner 468x60

MANOKWARI SELATAN, Radarjakarta.id – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan harapannya agar Papua Barat dapat melahirkan kabupaten yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan baru. Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang berlangsung di Lapangan Simbrinut Inggarou, Kampung Abreso, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, pada 17 September 2025, di hadapan ratusan masyarakat setempat.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, Kapolres, Dandim, serta jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Manokwari Selatan. Viva Yoga menjelaskan bahwa misi tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Transmigrasi (Kementrans) yang kini bertransformasi dengan paradigma baru.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Viva Yoga, menciptakan kawasan pertumbuhan baru dari kawasan transmigrasi sangat memungkinkan karena paradigma transmigrasi kini bersifat desentralisasi dan _bottom up_, berbeda dengan sebelumnya yang bersifat sentralistik dan _top down_. Dengan desentralisasi ini, pemerintah daerah dapat berkreasi membangun wilayahnya berdasarkan keunggulan produk lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga memberikan pujian khusus kepada Cokelat Manokwari Selatan (Coklat Mansel), yang diproduksi dari perkebunan di Distrik Ransiki. “Saya mendengar oleh-oleh khas ini sudah beredar di Jakarta dan beberapa negara di Eropa,” ujarnya. Ia berharap produk seperti ini dapat dikembangkan lebih besar lagi dengan mendatangkan investor untuk membangun pabrik kakao yang berorientasi ekspor.

Industrialiasi produk unggulan yang berorientasi pasar yang lebih luas diyakini dapat mendistribusikan kesejahteraan kepada semua lapisan masyarakat.

Untuk mendukung langkah menjadikan empat kawasan transmigrasi di Manokwari Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, dalam kunjungan kerjanya, Viva Yoga Mauladi menyerahkan bantuan dari APBN Tahun 2025 sebesar Rp10,4 miliar untuk Papua Barat dan Rp7,7 miliar untuk Manokwari Selatan.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk Kawasan Transmigrasi Momiwaren, meliputi pembangunan toilet dan sarana air bersih di tiga Sekolah Dasar dan satu SMP, rehabilitasi empat SD dan dua SMP, serta peningkatan jalan lingkungan sepanjang 1,5 km. Sedangkan di Kawasan Transmigrasi Oransbari, bantuan digunakan untuk pembangunan dua gereja. “Semua ini dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kemajuan Papua Barat,” ujar Viva Yoga.

Selain itu, dalam kunjungan kerja tersebut, Viva Yoga juga memonitor Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang terdiri dari 20 peneliti mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Tim ini melakukan riset potensi yang dapat dikembangkan dan diunggulkan di empat kawasan transmigrasi di Papua Barat.

Saat bertemu para peneliti, pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu memberikan semangat agar mereka menjalankan tugas, misi, dan pengabdian dengan penuh dedikasi, “seperti Kuliah Kerja Nyata, kan,” ujarnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.