JAKARTA, Radarjakarta.id – Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan penanganan banjir dan kemacetan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota yang membahas 2.535 usulan warga. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
Anwar menyampaikan, arah pembangunan di Jakarta Selatan difokuskan pada persoalan mendasar yang langsung dirasakan masyarakat, seperti kemacetan, banjir, hingga peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan visi-misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Penanganan banjir dan kemacetan menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan setiap usulan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan tepat sasaran,” ujar Anwar.
Ia memastikan, sebagian usulan warga akan mulai direalisasikan pada 2026, sementara sisanya direncanakan pada 2027. Menurutnya, tingginya jumlah usulan menunjukkan meningkatnya partisipasi dan kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Anwar mengakui masih terdapat kendala dalam pelaksanaan sejumlah program, khususnya yang berkaitan dengan penanganan sungai dan kali yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
“Untuk penanganan sungai, kami harus menunggu rekomendasi teknis dari BBWSCC. Sambil menunggu, kami lakukan langkah penanganan sementara agar dampak banjir tidak semakin meluas,” jelasnya.
Anwar juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mempercepat realisasi program pembangunan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Harapan masyarakat sangat besar. Karena itu, kami terus berupaya agar usulan-usulan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terealisasi,” tegasnya.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kota Jakarta Selatan berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan, guna mewujudkan pembangunan yang efektif, merata, dan berkelanjutan.











