GORONTALO, Radarjakarta.id – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyerahkan sebanyak 109 Sertipikat Hak Milik (SHM) kepada para transmigran di Kawasan Transmigrasi Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (8/4).
Penyerahan SHM yang berlangsung di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Bukit Aren tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus.
Dalam kesempatan itu, Viva Yoga menegaskan agar para transmigran tidak menjual lahan yang telah bersertifikat. Menurutnya, lahan tersebut merupakan aset penting yang dapat menjadi sumber ekonomi keluarga.
“Lahan ini jangan dijual. SHM adalah bukti kepemilikan sah dan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus yang mengingatkan agar lahan dimanfaatkan secara produktif, termasuk sebagai jaminan usaha jika diperlukan.
“Jangan dijual, tetapi jika digunakan sebagai jaminan usaha silakan,” katanya.
Dalam dialog bersama transmigran, Viva Yoga juga menerima sejumlah keluhan terkait lahan yang belum bersertifikat. Ia mengakui masih terdapat persoalan tumpang tindih lahan dengan kawasan lain, termasuk kawasan hutan.
Menurutnya, permasalahan tersebut akan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengacu pada hasil Rapat Kerja Kementerian Transmigrasi dengan Komisi V DPR RI.
“Jika ada kawasan kehutanan di wilayah transmigrasi, maka harus dilakukan pelepasan sesuai aturan agar status lahannya menjadi jelas,” jelasnya.
Viva Yoga juga mengungkapkan bahwa minat daerah terhadap program transmigrasi saat ini cukup tinggi. Tercatat sekitar 60 proposal dari berbagai pemerintah daerah diajukan untuk pembukaan kawasan transmigrasi baru.
Ia menilai, program transmigrasi mampu mendorong pertumbuhan wilayah, khususnya di daerah yang masih terisolasi dan belum berkembang.
“Dari kawasan transmigrasi bisa tumbuh desa, kemudian berkembang menjadi kecamatan hingga kabupaten,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengingatkan para transmigran yang telah lama menetap di Pulubala agar terus menjaga keharmonisan dengan masyarakat setempat serta menghindari konflik sosial.
“Transmigrasi harus mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi, termasuk melalui pemberian bantuan benih komoditas unggulan seperti jagung kepada para transmigran.











