Viral Video Penjual Sate Berguling-guling di Malioboro, Pemkot Jogja Tegaskan Aturan

banner 468x60

YOGYAKARTA, Radarjakarta.id – Video penjual sate yang berteriak histeris hingga berguling-guling di pedestrian Malioboro meledak di media sosial dan memicu gelombang reaksi publik. 

Peristiwa yang terjadi saat penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta itu kembali membuka polemik lama. 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan akhirnya angkat suara. Ia menegaskan, Malioboro bukan lagi ruang bebas pedagang kaki lima (PKL). Kawasan ikon wisata nasional itu harus steril demi kenyamanan pejalan kaki dan wisatawan.

“Aturan tidak bisa ditawar. Malioboro harus kita jaga,” tegas Wawan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (29/1/2026).

Penertiban Berujung Viral

Insiden bermula Selasa malam (27/1/2026) saat Satpol PP melakukan penertiban rutin di Jalan Suryatmajan, salah satu zona terlarang PKL. Saat petugas tiba, sejumlah pedagang panik dan berlarian. Dalam kekacauan itu, seorang penjual sate terjatuh, dagangannya tumpah, lalu menangis histeris hingga berguling di jalan momen yang kemudian direkam warga dan viral.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto, menegaskan tidak ada kekerasan dalam kejadian tersebut.

“Pedagang itu terjatuh sendiri saat berusaha menghindari petugas. Tidak ada pemukulan atau tindakan represif,” jelas Dodi.

Asap, Sampah, dan Keluhan Wisatawan

Menurut Dodi, keberadaan penjual sate ilegal di Malioboro sudah lama dikeluhkan. Asap pembakaran dinilai mengganggu wisatawan bahkan meresap ke toko-toko batik dan oleh-oleh. Masalah sampah juga menjadi catatan serius.

Dalam operasi malam itu, 13 PKL ditertibkan 8 di kawasan Malioboro dan 5 di Jalan Pasar Kembang. Petugas hanya mengamankan sarana dagang untuk pendataan, bukan menangkap pedagang.

Pemkot Pilih Edukasi, Belum Sanksi

Wawan mengakui penataan Malioboro bukan pekerjaan mudah. PKL kerap muncul kembali saat petugas lengah. Meski begitu, Pemkot Yogyakarta masih mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kami masih fokus sosialisasi dan edukasi. Jarak 10 meter dari Malioboro harus bersih,” ujarnya.

Namun, patroli Satpol PP dipastikan akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Malioboro Harga Mati

Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmennya menjadikan Malioboro sebagai kawasan wisata ramah pejalan kaki tertib, bersih, dan nyaman. Viral atau tidak, aturan tetap ditegakkan.| Suyatmi*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.