VIRAL! Video Pelangsir BBM di Malili Diduga Dikawal Oknum Polisi

banner 468x60

SULSEL, Radarjakarta.id – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 1 menit 7 detik yang memperlihatkan praktik pelangsiran BBM bersubsidi secara terang-terangan di salah satu SPBU di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Video yang tersebar masif di WhatsApp sejak Kamis pagi, 31 Juli 2025, itu merekam antrean tak wajar kendaraan yang diduga kuat sebagai pelangsir solar bersubsidi. Yang bikin geger, mobil-mobil pelangsir ini antre di dua jalur sekaligus dan bahkan disebut-sebut sempat mengisi dua kali dalam satu putaran!

Namun yang paling mengundang kemarahan publik, dalam video itu terdengar suara pria yang menyebut bahwa salah satu mobil pelangsir tersebut adalah milik oknum perwira polisi di Polres Luwu Timur!

“Pelangsir di Malili tidak ada aturan. Dua jalur semua. Orang belum masuk, sudah masukmi dua kali. Mobilnya Pak Komandan yang punya Pertamina. Tidak ada aturannya juga,” ujar pria dalam video tersebut.

Diduga Dibekingi, Mobil Pelangsir Bebas Bolak-Balik Isi Solar

Aksi para pelangsir ini membuat masyarakat geram. Pasalnya, sejumlah kendaraan masyarakat umum yang ingin mengisi BBM justru terhambat karena aksi kendaraan pelangsir yang ‘diprioritaskan’.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM tanpa penindakan. Diduga kuat praktik ini dilindungi oleh oknum aparat.

“Itu sudah rahasia umum. Ada beking kuat di belakang mereka. Bahkan disebut-sebut, ada satu mobil milik seorang perwira di Polres yang terlibat langsung mengatur bisnis solar ilegal ini,” ucap sumber.

Kapolda Sulsel Sudah Tegas: “Jangan Ragu, Tindak!”

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Rusdi Hartono, jauh sebelumnya sudah menyatakan sikap keras soal BBM ilegal yang marak di Sulsel. Bahkan ia menyebut sudah puluhan kali demonstrasi digelar terkait maraknya kasus ini di depan Mapolda Sulsel.

“Sekian puluh kali satu bulan demo di sini. Jangan dianggap masa lalu. Itu keresahan masyarakat!” tegas Kapolda Rusdi, Senin (21/7).

Ia memerintahkan Direktorat Krimsus dan seluruh Polres untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat.

“Jangan ragu-ragu! Kalau kalian sudah benar, saya jadi bempernya. Bersihkan! Kasihan masyarakat yang butuh solar malah susah karena segelintir orang serakah,” tandas Rusdi.

Belum Ada Tanggapan Resmi, Publik Minta Penindakan Cepat!

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari SPBU Puncak Indah ataupun pihak Polres Luwu Timur terkait dugaan keterlibatan oknum polisi tersebut.

Masyarakat mendesak Kapolda Sulsel untuk segera turun langsung dan membongkar praktik memalukan ini. Jika dibiarkan, bukan hanya merugikan negara, tapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.