Viral! Video Dokter RSUD Sekayu Dianiaya Keluarga Pasien

banner 468x60

MUSI BANYUASIN, Radarjakarta.id – Sebuah video yang memperlihatkan kekerasan terhadap dokter di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi viral di media sosial dan mengundang kecaman publik luas. Kejadian ini dianggap pelecehan terhadap tenaga kesehatan dan telah dilaporkan secara resmi ke Polres Muba.

Peristiwa terjadi pada Selasa, 12 Agustus 2025, di ruang VIP RSUD Sekayu. Korban adalah dr. Syahpri Putra Wangsa, SpPD K-GH FINASIM, dokter spesialis ginjal dan hipertensi, yang tengah bertugas menangani pasien. Dalam rekaman berdurasi 1 menit 5 detik, terlihat keluarga pasien memaksa dokter membuka masker, membentak, dan melancarkan intimidasi verbal lainnya.

Keluarga pasien mempertanyakan prosedur pemeriksaan, terutama pengambilan dahak berulang pada ibunya, dan merasa layanan medis lambat. Namun, tindakan mereka justru dinilai melanggar hukum dan etika, serta mengancam keselamatan tenaga medis.

Ketua IDI Sumatera Selatan, Dr. Abla Chanie, menegaskan:
“Segala bentuk kekerasan terhadap tenaga medis sangat tidak dapat dibenarkan. Tenaga dokter adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Kasus ini harus diproses hukum secara tegas tanpa pandang bulu.”

IDI Cabang Muba, yang diwakili Ketua Dr. Ichsan Nur Hamdan, menambahkan bahwa intimidasi terhadap tenaga medis bukan hanya melukai individu, tapi juga merugikan hak masyarakat untuk menerima layanan kesehatan yang aman dan berkualitas. “Tenaga medis harus bekerja dalam suasana aman dan kondusif,” tegas Ichsan.

Dokter Syahpri pun menegaskan bahwa semua tindakan medis yang dilakukannya sesuai prosedur dan untuk keselamatan pasien, termasuk penggunaan masker karena indikasi tuberkulosis. Ia menjelaskan, sebelum dirinya menjadi sasaran intimidasi, keluarga pasien sudah lebih dulu mencaci maki kedua perawat yang hadir.

Keluarga pasien, termasuk Ismet (35), mengaku khilaf dan menyesali tindakannya. Ismet yang baru pulang dari Jakarta melihat kondisi ibunya kritis, kemudian terpancing emosi. Ia meminta maaf kepada dokter dan pihak rumah sakit.

Meski telah dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan, video insiden tetap viral, menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Putra, anggota keluarga lainnya, mengaku terkejut karena video tersebar luas seolah menuduh mereka melakukan kekerasan fisik.

IDI menekankan bahwa ketidakpuasan terhadap pelayanan medis seharusnya disampaikan secara santun dan kepala dingin, bukan dengan intimidasi atau kekerasan. Komunikasi sehat antara pasien, keluarga, dan tenaga medis sangat penting demi tercapainya pelayanan kesehatan optimal.

Kasus ini kini menjadi perhatian aparat penegak hukum, IDI, serta pemerintah daerah. Publik menunggu langkah tegas untuk memastikan tenaga medis terlindungi, dan kejadian serupa tidak terulang.

“Kami berdiri bersama dokter RSUD Sekayu dan akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkas Ketua IDI Sumsel.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.