Viral! Pemotor Tewas di Pacitan Usai Hindari Kejaran Polisi

banner 468x60

PACITAN, Radarjakarta.id – Pacitan kembali diguncang insiden tragis yang menyulut emosi publik. Seorang pemuda berinisial DT (21), asal Brebes, Jawa Tengah, tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam tiang di kawasan Desa Arjowinangun, Kabupaten Pacitan, Rabu (25/3/2026) siang. Peristiwa ini langsung viral setelah video korban tergeletak tak bernyawa beredar luas di media sosial.

Detik-detik sebelum maut menjemput, korban diduga tengah berusaha menghindari kejaran anggota Satlantas Polres Pacitan. Aksi pengejaran itu disebut bermula dari dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan korban. Namun situasi berubah drastis saat teguran petugas tak diindahkan, hingga berujung ke aksi kejar-kejaran di jalanan sempit permukiman warga.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam kecepatan tinggi dan kondisi tertekan, korban diduga kehilangan kendali saat bermanuver di persimpangan. Benturan keras tak terhindarkan motor menghantam tiang dan pagar, menyebabkan luka fatal di bagian kepala. Nyawa korban tak tertolong di lokasi kejadian.

Kemarahan publik pun meledak. Narasi “polisi kejar hingga tewas” ramai diperbincangkan, bahkan memicu desakan agar kasus ini diusut tuntas. Tekanan publik semakin kuat setelah unggahan viral di media sosial menyerukan agar insiden ini dikawal hingga transparan.

Menanggapi gelombang kritik, Kapolres Pacitan, Ayub Diponegoro Azhar, akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat dan keluarga korban.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat Pacitan, khususnya kepada keluarga korban. Kami juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, satu anggota yang terlibat dalam pengejaran, Aipda RD, langsung diamankan dan kini menjalani pemeriksaan internal. Pihak kepolisian juga menggandeng Polda Jawa Timur untuk memastikan proses penyelidikan berjalan objektif dan transparan.

Kapolres menegaskan, tidak akan ada toleransi jika ditemukan pelanggaran prosedur. Seluruh rangkaian kejadian kini sedang didalami, termasuk pengumpulan bukti di lapangan dan rekaman CCTV guna mengurai kronologi secara utuh.

Di sisi lain, polisi mengklaim fokus utama saat ini adalah penanganan keluarga korban. Koordinasi telah dilakukan untuk pemberian santunan serta bantuan dari Jasa Raharja sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut.

Meski demikian, kasus ini masih menyisakan tanda tanya besar: apakah pengejaran tersebut sudah sesuai prosedur, atau justru menjadi pemicu tragedi yang merenggut nyawa?***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.