JAKARTA, Radarjakarta.id – Nama Indy Barends mendadak jadi perbincangan panas di media sosial. Bukan karena proyek baru, melainkan curahan hati sang putra bungsu, Manuel Tobias Sarmanella, yang mengaku kesehatan mentalnya terganggu karena merasa tidak didengar oleh ibunya sendiri.
Unggahan itu langsung viral.
Warganet terbelah. Ada yang simpati, ada pula yang mempertanyakan pola asuh di balik layar keluarga selebritas tersebut. Isu “anak tidak didengar orang tua” pun meledak dan menjadi perbincangan luas, terutama di kalangan Gen Z.
Namun di tengah derasnya spekulasi, Indy akhirnya buka suara.
“Ini Soal Cara Bicara, Bukan Soal Cinta”
Tampil di program televisi yang dipandu Feni Rose, Indy menegaskan bahwa polemik ini bukan tentang pengabaian, melainkan soal perbedaan cara komunikasi antara orang tua dan anak di era sekarang.
Menurut Indy, akar masalahnya sederhana namun berdampak besar: intonasi.
“Anak sekarang ditanya, ‘kamu udah makan belum,’ nggak dijawab. Pas naik tone sedikit, ‘kamu udah makan belum,’ buat mereka itu sudah dianggap marah,” ungkapnya.
Ia menyadari, generasi muda khususnya Gen Z memiliki sensitivitas berbeda dalam menangkap nada suara. Bagi orang tua, itu mungkin terdengar biasa. Namun bagi anak, bisa terasa sebagai tekanan.
Di titik itulah Indy mengaku tersadar: yang berubah bukan rasa sayang, tapi cara menyampaikannya.
Dari Ceramah Panjang ke Komunikasi To The Point
Sebagai orang tua, Indy mengakui selama ini mungkin terlalu dominan berbicara. Ia terbiasa menjelaskan panjang lebar, memberi nasihat detail, bahkan tanpa sadar memotong pembicaraan anak.
“Aku lupa kalau mereka perlu didengar, bukan diceramahi,” ujarnya jujur.
Dari situ, ia mencoba mengubah pendekatan. Tidak lagi bertele-tele. Tidak lagi meninggikan nada. Pesan disampaikan singkat, jelas, langsung ke inti, disertai alasan logis.
Hasilnya? Lebih diterima oleh Manuel.
“Ternyata kalau ngomong intinya saja, lalu jelaskan alasannya, itu lebih diterima,” katanya.
Perubahan drastis itu bahkan membuat anak sulungnya, Rafa, terkejut. Saat Indy konsisten berbicara dengan nada lebih rendah selama sepekan, Rafa sampai bertanya heran mengapa sang ibu mendadak begitu lembut.
Momen itu menjadi refleksi besar bagi Indy bahwa ego orang tua kadang perlu diturunkan demi membuka ruang dialog.
Soal Postingan Viral: Tanpa Paksaan
Terkait unggahan Manuel yang sempat memicu spekulasi liar, Indy menegaskan situasi keluarga mereka kini sudah kondusif.
Manuel pun telah menghapus postingan tersebut atas kesadaran pribadi.
“Kalau dia merasa benar, dia nggak akan mau take down. Tapi ini keputusan dia sendiri. Bukan paksaan,” tegas Indy.
Ia menambahkan, saat itu keluarga hanya memberi saran, bukan tekanan.
Fenomena Lebih Besar dari Sekadar Keluarga Selebriti
Kasus ini seakan menjadi cermin banyak keluarga modern. Bukan soal siapa benar atau salah, melainkan tentang jurang komunikasi antar generasi.
Anak ingin didengar.
Orang tua merasa sudah peduli.
Namun keduanya berbicara dalam “bahasa emosional” yang berbeda.
Indy Barends memilih untuk tidak defensif. Ia justru mengambil pelajaran dan berani mengakui kekeliruan. Di tengah budaya saling menyalahkan, langkah itu dinilai banyak pihak sebagai bentuk kedewasaan.
Viralnya kisah ini bukan sekadar gosip artis. Ini tentang kesehatan mental, komunikasi keluarga, dan tantangan parenting di era digital isu yang kini menjadi perhatian luas masyarakat Indonesia.***











