Viral! Dosen di Makassar Ludahi Kasir Swalayan

banner 468x60

MAKASSAR, Radarjakarta.id – Makassar diguncang skandal memalukan. Seorang pria paruh baya yang belakangan terungkap sebagai dosen perguruan tinggi swasta di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi sasaran kecaman publik usai terekam kamera meludahi wajah seorang kasir perempuan di sebuah swalayan. Insiden ini bukan sekadar cekcok biasa, melainkan potret arogan yang menyulut amarah warganet.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 11.30 Wita. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan seorang pria berbaju hitam lengan panjang, berambut mulai memutih, tiba-tiba menyerobot antrean saat kasir tengah melayani pelanggan lain.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Korban berinisial N (21), yang saat itu bertugas di meja kasir, berusaha menjalankan prosedur pelayanan dengan mengingatkan pelaku agar mengikuti antrean dari belakang. Teguran tersebut disampaikan dengan sopan, namun justru memicu kemarahan pelaku. Tanpa rasa bersalah, pria tersebut membentak, melempar keranjang belanja ke meja kasir, hingga melontarkan kata-kata kasar.

Situasi yang sudah tegang berubah menjadi tindakan merendahkan martabat. Dalam hitungan detik, pelaku membuka dompetnya dan secara tiba-tiba menyemburkan ludah ke arah wajah N. Aksi itu membuat korban terdiam, syok, dan mengalami trauma mendalam, meski tetap berusaha melanjutkan pekerjaannya secara profesional.

Video kejadian ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memantik gelombang kecaman. Banyak warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan non-verbal yang keji dan tidak beradab, terlebih dilakukan oleh sosok yang seharusnya menjadi panutan di dunia akademik.

Belakangan diketahui, pelaku berinisial AS atau Amal Said, merupakan dosen Fakultas Pertanian di Universitas Islam Makassar (UIM). Rektor UIM, Prof Muammar Bakry, membenarkan identitas tersebut dan menyatakan pihak kampus telah mengambil langkah internal untuk menindaklanjuti kasus ini secara berjenjang.

“Yang di video itu memang dosen kami. Proses klarifikasi akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Muammar saat dikonfirmasi.

Sementara itu, korban telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. N mengaku masih trauma dan berharap ada keadilan atas perlakuan yang diterimanya hanya karena menjalankan tugas.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik soal etika di ruang publik, penghormatan terhadap pekerja ritel, serta pentingnya penegakan hukum tanpa pandang status sosial. Tindakan meludah bukan hanya perilaku tak pantas, tetapi juga bentuk penghinaan fisik yang dapat berimplikasi hukum serius. Publik kini menanti, apakah pelaku benar-benar akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.|Wiliard

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.