Viral! Buaya Raksasa Si Undan Mati dengan Perut Penuh Sampah

banner 468x60

INDRAGIRI HILIR, Radarjakarta.id — Sungai Undan di Kecamatan Reteh, Indragiri Hilir, Riau, kembali mencuri perhatian publik. Seekor buaya raksasa sepanjang 5,7 meter dan seberat hampir 600 kilogram yang dikenal warga sebagai Si Undan, ditemukan mati setelah beberapa pekan menjalani perawatan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil. Namun yang membuat kasus ini meledak di media sosial bukan hanya soal kematiannya melainkan isi perutnya yang berubah menjadi “tong sampah” manusia.

Saat dibedah, petugas dibuat terdiam. Dari dalam tubuh Si Undan keluar plastik, pecahan TV tabung, kabel, logam, hingga mata tombak. Benda-benda asing yang tak pernah seharusnya berada dalam tubuh satwa liar itu diduga menjadi penyebab utama kematian buaya tersebut. “Ternyata isinya mengejutkan. Ini bukan sampah biasa, tapi sampai elektronik dan benda tajam,” ujar seorang petugas yang ikut memeriksa bangkai.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Padahal, sejak awal November 2025, Si Undan sudah dirawat akibat luka lecet di kaki dan tangan. Kondisinya sempat stabil sebelum kemudian menurun drastis dan akhirnya mati pada Kamis (20/11/2025). Video evakuasinya langsung viral, memicu gelombang kemarahan netizen yang menilai buaya raksasa itu “dibunuh perlahan oleh sampah manusia.”

Bangkai Si Undan kemudian dikirim ke lembaga konservasi di bawah binaan Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan RI di Jakarta untuk proses pengawetan. DPKP Inhil menggunakan mobil boks pendingin agar tubuh buaya tidak membusuk selama perjalanan. “Ini permintaan lembaga konservasi. Buaya ini akan diawetkan sebagai edukasi,” kata Kepala DPKP Inhil, Junaidi.

Di media sosial, komentar pedas bermunculan. “Manusia predator sebenarnya,” tulis seorang netizen. Lainnya menyindir, “Kalian yang buang sampah sembarangan, lihatlah akibatnya.” Tragedi ini bahkan dibandingkan dengan kasus hiu tutul yang mati di Jembrana, Bali, pada 2023, yang juga ditemukan dengan perut penuh sampah plastik.

Kematian Si Undan menjadi bukti terang benderang bahwa pencemaran sungai telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Satwa raksasa yang seharusnya menjadi penjaga keseimbangan ekosistem justru tumbang akibat limbah manusia. Pemerintah daerah dan lembaga konservasi berharap pengawetan Si Undan dapat menjadi peringatan keras agar masyarakat berhenti memperlakukan sungai sebagai tempat pembuangan.

Perubahan perilaku membuang sampah bukan lagi imbauan melainkan keharusan jika tragedi serupa tidak ingin terulang pada satwa lain yang masih berjuang bertahan di habitatnya.|Santi Sinaga*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.