VIRAL! Bocah di Lumajang Terekam CCTV Aniaya Kucing hingga Tewas, Publik Geram

banner 468x60

Ilustrasi

LUMAJANG, Radarjakarta.id – Jagat media sosial diguncang video memilukan dari sebuah perumahan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dua bocah laki-laki terekam kamera CCTV diduga menganiaya dua ekor kucing peliharaan warga. Satu kucing dilaporkan tewas, sementara seekor lainnya mengalami luka serius di bagian kaki.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Rekaman berdurasi 3 menit 7 detik itu pertama kali diunggah akun Facebook bernama Bram Mulyana pada 15 Februari 2026. Dalam hitungan jam, video tersebut menyebar luas, ditonton lebih dari 100 ribu kali dan dibagikan ulang ke berbagai platform seperti Instagram hingga grup percakapan warga.

Masuk Rumah Saat Kosong, Kucing Diambil dari Kandang

Dalam rekaman CCTV terlihat dua anak laki-laki memasuki area rumah saat kondisi sepi. Mereka kemudian menghampiri kandang kucing yang berada di teras atau garasi. Tanpa izin pemilik, kandang dibuka dan dua kucing dibawa keluar.

Salah satu kucing jenis Munchkin berwarna oranye dilaporkan mengalami pincang setelah kejadian. Sementara satu kucing lainnya hasil persilangan dinyatakan mati setelah diduga diinjak dan dibanting ke pintu berulang kali.

“Langsung masuk aja ke rumah, posisi di rumah nggak ada orang. Ada dua kucing yang dianiaya. Yang oren jenis Munchkin sekarang kakinya pincang, dan yang mati adalah hasil silangannya,” tulis Bram dalam unggahannya.

Pemilik Syok: “Siapa Pun Tak Akan Tega”

Bram mengaku sangat terpukul. Ia menegaskan bahwa dirinya bisa menerima jika hewan peliharaannya mati secara alami, namun bukan dengan cara yang dinilainya kejam.

“Miris. Kalau meninggal wajar kami ikhlas. Tapi kalau dibunuh seperti ini, siapa pun pasti tidak tega,” tulisnya lagi.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih mengawasi perilaku anak-anaknya.
“Tolong orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya. Anak seusia ini membunuh anak kucing dengan cara seperti itu, saya baru pertama kali lihat,” tambahnya.

Mediasi RT/RW, Keluarga Pelaku Akui dan Minta Maaf

Kasus ini akhirnya dimediasi oleh RT/RW setempat. Menurut Bram, sempat terjadi perdebatan di awal, namun setelah keluarga anak melihat rekaman CCTV, mereka mengakui perbuatan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

Keluarga bocah disebut berjanji memberikan kompensasi uang kepada pemilik kucing. Meski begitu, Bram menyebut nilai yang dijanjikan tidak sebanding dengan nyawa hewan peliharaannya.

“Mereka berjanji mengganti sejumlah uang, tapi sangat tidak setimpal dengan nyawa kucing yang dibunuh dan bulu kucing Munchkin saya yang dicabutin. Katanya bulan depan, tapi belum pasti tanggalnya,” jelasnya.

Bram memilih menyerahkan kelanjutan kesepakatan kepada pihak RT sebagai mediator, mengingat mereka masih tinggal dalam satu lingkungan perumahan.

Viral Jadi Pengingat

Bram menegaskan bahwa alasan dirinya mengunggah video tersebut bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini memantik diskusi luas di media sosial tentang pentingnya pendidikan empati terhadap hewan sejak dini serta pengawasan orang tua terhadap perilaku anak.
Hingga kini, proses penyelesaian masih bergantung pada hasil mediasi lingkungan setempat.|Harno*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.