JAKARTA, Radarjakarta.id — Dunia birokrasi tengah dihebohkan oleh sebuah video pendek yang memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak berjabat tangan dengan bawahannya, Deni Surjantoro. Video berdurasi singkat itu pertama kali diunggah akun X (Twitter) @regar_op0sisi dan langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman tersebut, tampak Deni Surjantoro berdiri di depan mobil dinas Menteri Purbaya. Begitu pintu mobil terbuka, Deni sigap mengulurkan tangan untuk bersalaman. Namun, uluran itu tak disambut. Purbaya justru tampak beralih menyalami orang lain di sekitar lokasi. Momen itu berubah canggung hingga akhirnya istri Menteri Purbaya turun dari mobil dan menyambut uluran tangan Deni dengan ramah.
Adegan “salam tak bersambut” itu sontak memicu berbagai tafsir di publik. Sebagian warganet menduga hubungan keduanya sedang tidak harmonis, sementara sebagian lainnya menilai insiden tersebut hanya momen spontan tanpa makna khusus. Meski begitu, video itu sudah terlanjur menyebar luas dan menjadi topik panas di TikTok, Instagram, hingga Facebook.
Di tengah ramainya perbincangan, publik mulai mencari tahu sosok Deni Surjantoro. Berdasarkan data resmi Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Deni lahir di Temanggung pada 4 Februari 1973. Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini telah lama berkarier di bidang komunikasi publik dan dipercaya menjabat Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (BKLI) sejak tahun 2023.
Sebelum menjabat posisi strategis tersebut, Deni pernah bertugas sebagai Atase Keuangan di Singapura hingga 2023 serta Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi DJBC hingga 2020. Kariernya tak hanya gemilang di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional. Ia telah mengikuti berbagai pelatihan bergengsi di Jepang, Thailand, Australia, Amerika Serikat, hingga Belanda, dan sempat menuntaskan program Authentic Leader Development di Harvard Business School, Boston.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikenal publik sebagai sosok tegas dan ceplas-ceplos. Gaya komunikasinya yang lugas dan blak-blakan sering membuatnya menjadi sorotan, baik karena pernyataannya yang tajam maupun sikapnya yang dianggap berani. Kali ini, bukan kebijakan fiskal yang membuatnya viral, melainkan sebuah gestur yang memicu perbincangan nasional.
Hingga kini, pihak Kementerian Keuangan belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut. Namun satu hal pasti video singkat itu telah menjadikan “salam tak bersambut” antara Menteri dan bawahannya sebagai drama birokrasi paling viral tahun ini, membuktikan bahwa di era digital, setiap gerak tubuh pejabat publik bisa menjadi headline dalam sekejap.***











