Video Mesum Gegerkan RSUD Kudus, Inspektorat Diminta Bongkar Fakta Sebenarnya

banner 468x60

KUDUS, Radarjakarta.id – Kudus diguncang isu panas. Sebuah video mesum yang diduga melibatkan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi mendadak viral dan langsung memantik reaksi keras Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Tanpa menunggu lama, Sam’ani memerintahkan Inspektorat Daerah dan manajemen rumah sakit untuk mengusut tuntas kasus yang dinilai mencoreng wajah pelayanan publik.

Video yang beredar luas di media sosial itu disebut bukan kejadian baru. Manajemen RSUD mengungkap, rekaman tersebut diduga diambil sekitar tahun 2020, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Meski merupakan video lama, penyebarannya yang kembali mencuat dinilai sengaja dilakukan dan menimbulkan kegaduhan serius.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dr Abdul Hakam, membenarkan bahwa lokasi dalam video berada di area rumah sakit. Ruangan tersebut diketahui berada di samping Ruang Pemulasaran Jenazah, tepatnya di Ruang Rumahnya. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa insiden tersebut terjadi di lingkungan fasilitas negara.

Manajemen rumah sakit langsung bergerak cepat. Sejumlah langkah internal telah dilakukan, termasuk memeriksa terduga pelaku, penanggung jawab ruangan, hingga petugas keamanan. Total lima orang saksi telah dimintai keterangan awal, dan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi lain segera menyusul.

“Hasil pemeriksaan akan kami tuangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada Bupati Kudus. Selanjutnya akan kami konsultasikan ke Inspektorat untuk mendapatkan rekomendasi resmi,” tegas dr Hakam dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD, Edi Susanto, menambahkan bahwa proses pemeriksaan masih berjalan dan belum bisa disimpulkan. Namun ia tidak membantah bahwa dua sosok dalam video tersebut merupakan pegawai RSUD, meski berasal dari unit kerja yang berbeda saat kejadian.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan, sanksi tegas akan dijatuhkan jika terbukti ada pelanggaran etika maupun aturan kepegawaian. Baik PNS maupun pegawai BLUD tidak akan mendapat perlakuan khusus.

“Kalau terbukti, pasti ada sanksi. Semua diperiksa sesuai aturan. Tapi tetap kita kedepankan asas praduga tidak bersalah dan hak jawab,” tegas Sam’ani.

Video berdurasi sekitar 50 detik itu pertama kali mencuat dari akun TikTok @ketutdewi_99, yang menarasikan dugaan perilaku tidak senonoh oknum pegawai RSUD Kudus dan menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan amoral di lingkungan pelayanan publik. Rekaman tersebut diduga berasal dari kamera CCTV rumah sakit.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas masyarakat. Publik menunggu hasil akhir pemeriksaan dan langkah tegas pemerintah daerah untuk memastikan integritas, moralitas, dan kepercayaan terhadap layanan kesehatan milik negara tetap terjaga.|Harno*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.