BOGOR, Radarjakarta.id – Suara mesin klasik VW Kodok kembali menggema megah di Sentul, Bogor, Minggu (22/6/2025). Lebih dari 1.000 pecinta Volkswagen Beetle dari berbagai penjuru Tanah Air tumpah ruah dalam perayaan ulang tahun ke-43 Volkswagen Beetle Club (VBC) komunitas legendaris yang telah jadi ikon budaya otomotif Indonesia.
Bukan sekadar perayaan ulang tahun, momen ini menjadi bukti hidup bahwa di tengah gempuran otomotif modern dan teknologi canggih, nilai-nilai kebersamaan, loyalitas, dan kemanusiaan justru semakin kokoh dalam tubuh VBC.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, yang juga merupakan anggota VBC sejak 1982 dengan nomor keanggotaan 111. Dalam sambutannya, Bamsoet sapaan akrabnya menyebut VBC sebagai “rumah kedua penuh cinta” bagi ribuan pecinta VW Kodok lintas generasi.
“VBC bukan hanya komunitas mobil klasik. Ini adalah keluarga besar, tempat nilai-nilai persaudaraan tumbuh, dan solidaritas tidak pernah lekang oleh zaman,” tegas Bamsoet dengan penuh semangat.
VBC: Antara Mesin, Jiwa, dan Rasa Memiliki
Dalam usia ke-43 tahun, VBC telah menjelma menjadi lebih dari sekadar komunitas otomotif. Ia adalah ruang hangat tempat semua latar belakang bertemu: pengusaha, profesional, anak muda, bahkan para tokoh bangsa menyatu dalam satu semangat cinta terhadap budaya dan persaudaraan.
Tak tanggung-tanggung, perayaan HUT kali ini dihadiri para tokoh nasional dan pegiat otomotif, seperti:
Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, mantan Kapolri sekaligus sesepuh VBC
Ketua Umum VBC Adi Yunadi Endjun
Ketua Harian Gregory dan Sekretaris Ario Mudarso
Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto Iskandar, Ketum Volkswagen Van Club
Serta perwakilan IMI Pusat dan IMI Jakarta
Aksi Sosial: Cermin Nyata Semangat Gotong Royong
Di tengah hingar-bingar perayaan, VBC tak lupa menebar kepedulian. Puluhan anak yatim piatu menerima santunan langsung dari para anggota sebagai bentuk nyata aksi sosial. Inilah DNA asli VBC: hadir bukan hanya saat bersenang-senang, tapi juga saat orang lain membutuhkan.
“Kami ingin VBC terus menjadi cahaya bukan cuma di jalan raya, tapi juga di kehidupan sosial masyarakat,” ujar Ketua Umum VBC Adi Yunadi.
Solidaritas Tanpa Batas, Dari Touring Hingga Air Mata
VBC membuktikan bahwa di balik bunyi khas mesin Beetle, ada tawa, tangis, dan kisah persahabatan yang tak ternilai. Mulai dari touring antarpulau, camping bersama, hingga nongkrong santai, semua jadi momen mengikat hati para anggotanya.
“Di VBC, mesin dan jiwa saling terhubung. Kami bukan hanya memelihara mobil, tapi juga menjaga warisan nilai dan rasa peduli,” tutup Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia.|Guffe*
VBC 43 Tahun: Rumah Kedua Pecinta VW Kodok yang Legendaris










