Logo Baru: Simbol Perjalanan Jadi Versi Terbaik Diri
Logo yang baru tidak sekadar menjadi pembaruan visual, tetapi juga cerminan dari semangat perubahan dan nilai-nilai inti institusi. Kompas yang menjadi simbol utama merepresentasikan peran USNI dalam membimbing mahasiswa menjelajahi potensi diri, menavigasi tantangan zaman, dan menapaki perjalanan intelektual dengan arah yang jelas.
“Logo baru ini tidak hanya identitas visual, tetapi juga penanda arah dan semangat baru USNI dalam menyiapkan mahasiswa yang mampu membaca zaman, menyelaraskan diri, dan menjadi agen perubahan di tengah kompleksitas global,” ujar Wakil Rektor II Universitas Satya Negara Indonesia, Dr. Yosi Stefani, SE., MM.
Semangat logo baru ini juga tercermin nyata dalam cara USNI membentuk ekosistem pendidikan yang adaptif dan progresif. Salah satu wujud konkretnya adalah penguatan kualitas pengajaran melalui kehadiran dosen-dosen lulusan luar negeri yang membawa semangat inovatif ke dalam ruang kelas.
Penguatan Kualitas Pengajaran dengan Dosen Lulusan Luar Negeri
USNI menghadirkan dosen-dosen lulusan luar negeri, yang merupakan penerima beasiswa LPDP dari berbagai universitas top dunia seperti Harvard University, Monash University, University of Glasgow, University College London, Leiden Universiteit, dan masih banyak lagi.
Kehadiran mereka memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar dengan perspektif global yang relevan, pendekatan praktikal, studi kasus lintas negara, dan mentoring inspiratif.
Wakil Rektor I dan III USNI, Dr. Dian Alanudin, MBA., GRCE., menegaskan bahwa kehadiran para dosen berpengalaman global ini menjadi katalis penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan transformatif.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen, tapi juga bertumbuh bersama mereka, mendapatkan wawasan global yang membumi, serta terinspirasi untuk terus mengejar ilmu dan berkontribusi bagi bangsa. Inilah yang membedakan pengalaman belajar di USNI,” ujarnya.
Komitmen USNI dalam membangun ekosistem pendidikan yang relevan dan adaptif juga diwujudkan melalui kolaborasi strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di tingkat nasional, USNI bekerja sama dengan Telkom Indonesia, KOMDIGI, Unilab Perdana, LSF, Metrodata, Pharos, TapTalk, Pegadaian, OJK, Bank Mandiri, MNC Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BSI, BNI, Dibimbing, Coding Bee, LSP Telematika, KPI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, JakPreneur, serta masih banyak lagi.
Di kancah internasional, USNI bekerja sama dengan YOU-I Japan, Shaanxi Polytechnic University (Tiongkok), dan INTI International University (Malaysia), serta menandatangani MoU untuk program magang di Jepang bersama SENKO bagi mahasiswa FEB dan dengan PT Kibo Trading, KOEI SUISAN Co., Ltd., serta Ueda Fisheries bagi mahasiswa FPIK.
USNI juga menjadi hub Pentahelix yang menjembatani pemerintah, media (termasuk Indozone sebagai mitra baru), komunitas, korporasi, dan universitas dalam maupun luar negeri. Sinergi ini membuka akses magang, proyek kolaboratif, dan peluang kerja bagi mahasiswa.
“Kami percaya bahwa koneksi kampus dengan dunia industri dan lembaga strategis adalah jembatan penting agar mahasiswa tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap bekerja dan berkarya,” tutup Dr. Dian.
Lebih dari itu, sebagai bagian dari grup YADIKA, USNI bersinergi strategis dengan berbagai unit bisnis yang bergerak di sektor perhotelan, kesehatan, percetakan, properti, dan layanan pendidikan. Seluruh elemen ini menjadi bagian dari transformasi besar yang tengah dijalankan USNI.|Ilham*











