USNI Luncurkan Transformasi Pendidikan dan Logo Baru, Usung Tagline #JadiVersiTerbaikDiri

Peluncuran transformasi pendidikan dan logo baru Universitas Satya Negara Indonesia (USNI)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) resmi meluncurkan transformasi pendidikan dan logo baru sebagai respons terhadap perubahan zaman dan kebutuhan industri yang semakin kompleks. Peluncuran ini berlangsung di Auditorium USNI, Senin (4/8/2025).

Mengusung tagline #JadiVersiTerbaikDiri, transformasi ini tidak hanya menyentuh pembaruan kurikulum, tetapi juga mencakup peningkatan sistem pengajaran, penguatan karakter, serta penguasaan keterampilan digital yang relevan dengan era Industri 5.0.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Melihat tantangan tersebut, USNI melakukan riset pada tahun 2022 bersama Kadence International untuk memastikan arah transformasi sejalan dengan kebutuhan zaman. Riset ini memetakan kesenjangan keterampilan lulusan dengan tuntutan industri melalui diskusi dengan praktisi BUMN, platform rekrutmen, dan pelaku industri.

Hasilnya menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara keterampilan lulusan dan kebutuhan industri, terutama kemampuan berpikir kritis, leadership, literasi digital, komunikasi efektif, dan penguasaan bahasa Inggris. Temuan ini kemudian diperkuat oleh literature review dari riset global McKinsey dan The World Economic Forum, yang menunjukkan kecocokan antara hasil riset lokal USNI dengan tren internasional.

Temuan inilah yang menjadi pijakan utama USNI dalam merancang arah transformasi pendidikan, memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Komitmen ini kemudian disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Dr. Sihar P.H. Sitorus, B.S.B.A., MBA.

“Kami percaya bahwa pendidikan hari ini harus membekali mahasiswa tidak hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, dan terus belajar secara mandiri. Transformasi ini dirancang agar lulusan USNI siap bersaing secara global, namun tetap mengenali dan mengembangkan keunikan dirinya,” ujar Dr. Sihar.

Keberhasilan transformasi juga tidak lepas dari pemahaman terhadap mahasiswa yang menjadi subjek utama, yaitu Gen Z yang dikenal penuh semangat dan punya impian besar. Namun, mereka juga menjadi generasi yang paling cemas, rentan merasa tertekan karena peerpressure dan FOMO (fear of missing out), serta masih minim pemahaman terhadap dunia kerja dan potensi dirinya.

Menyadari karakter dan tantangan yang dihadapi Gen Z inilah, USNI merancang pendekatan pendidikan yang relevan. Berkuliah di USNI bukan sekadar proses belajar, tetapi perjalanan menemukan versi terbaik diri melalui kurikulum berbasis kewirausahaan yang kreatif dan kolaboratif, serta dukungan sistemik selama empat tahun penuh.

“Program kuliah di USNI dirancang untuk mendampingi mahasiswa bertumbuh dari awal masa kuliah hingga siap memasuki dunia kerja. Kami tidak ingin mahasiswa hanya selesai studi, tapi juga selesai mengenali dan membentuk dirinya. Karena itu, pendampingan ini kami susun secara bertahap dan berkelanjutan selama empat tahun,” jelas Dr. Sihar.

Adapun program tersebut meliputi Tahun Pertama: Self-Discovery & Time Management; Tahun Kedua: Mental Health Management & Confidence Building; Tahun Ketiga: Growth Mindset & Global Mindset; dan Tahun Keempat: Career Options & Professional Networking.

Selain berfokus pada penguatan kurikulum dan pengembangan diri mahasiswa, USNI juga memperluas transformasinya hingga ke pembaruan identitas kelembagaan. Hal ini tercermin dalam peluncuran logo sebagai penegasan arah strategis kampus ke depan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.