Usai Viral, Moa Ceritakan Kisah Rumah Mewah Kosong di Balikpapan yang Menyimpan Kenangan

banner 468x60

RADAR JAKARTA| Jakarta – Setelah beberapa waktu lalu rumah mewah yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi perbincangan viral di media sosial, Monique Oktaviani, atau yang lebih dikenal dengan Moa, akhirnya membagikan kisah penuh emosi tentang rumah masa kecilnya yang kini kosong dan terlantar. Rumah yang dibangun pada tahun 1989 ini dulunya menjadi tempat tinggal keluarga Moa selama beberapa tahun sebelum akhirnya mereka memutuskan pindah ke Jakarta pada tahun 1996.

Kini, rumah tersebut terlihat begitu berbeda. Meski masih kokoh, beberapa bagian rumah sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, dan lingkungan sekitar pun berubah drastis. Namun, rumah ini menyimpan banyak kenangan bagi Moa yang tidak dapat terlupakan.

Rumah Mewah yang Kini Terlupakan

Awalnya, rumah megah yang berada di tepi jalan utama ini merupakan simbol kemewahan yang mencolok dengan desain klasik yang memikat. Terbuat dengan tiang besar yang dihiasi ukiran-ukiran artistik, rumah tersebut berdiri megah dengan desain yang indah. Meskipun hanya dihuni selama setahun, rumah ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Moa dan keluarganya.

Namun, kini rumah tersebut sudah tampak tak terawat. Beberapa bagian mulai usang, dan taman yang dulunya rapi kini tampak berantakan. Banyak warga yang sempat mengira rumah tersebut sudah lama ditinggalkan, mengingat kondisinya yang tidak terurus. Tetapi, yang tak banyak diketahui adalah kisah di balik rumah ini rumah yang kini viral setelah Moa kembali mengunjunginya dan berbagi cerita tentang kenangan masa kecilnya di sana.

Kunjungan yang Penuh Kenangan

Setelah rumah ini mencuri perhatian publik, Moa akhirnya mengungkapkan lebih banyak cerita tentang rumah masa kecilnya dalam sebuah kesempatan khusus. Dalam kunjungannya yang penuh dengan perasaan, Moa menggambarkan bagaimana rumah ini menjadi tempat tumbuh kembangnya dan menyimpan kenangan indah bersama keluarganya.

“Saya sangat terharu melihat rumah ini lagi. Banyak kenangan yang datang begitu saja. Meskipun rumah ini kini sudah banyak berubah, semuanya tetap terasa sangat berarti,” kata Moa dengan mata berkaca-kaca.

Perubahan yang Mengharukan

Dulu, kawasan sekitar rumah tersebut merupakan daerah yang masih sepi dan dipenuhi rawa-rawa. Kini, perubahan besar terjadi di sekitarnya. Daerah yang dulu tampak sunyi dan asri kini telah berkembang menjadi pusat perbelanjaan yang ramai. Perubahan itu sangat terasa ketika Moa berdiri di balkon rumah dan melihat pemandangan yang dulu dihiasi oleh alam, kini telah tergantikan dengan gedung-gedung bertingkat.

Namun, meski lingkungan sekitar telah berubah, Moa masih merasa ada keindahan yang tak tergantikan dalam setiap sudut rumah tersebut. “Dulu di sini banyak pepohonan dan rawa-rawa yang membuat kami merasa jauh dari keramaian. Sekarang, semuanya sudah berbeda,” ujarnya.

Desain Mewah yang Kini Terlupakan

Rumah tersebut dulu memiliki delapan lantai, yang semuanya terhubung oleh tangga besar yang memiliki desain meliuk, sebuah ciri khas yang membuatnya terlihat elegan dan megah. Moa mengungkapkan bahwa ayahnya melakukan renovasi pada tangga tersebut hingga empat kali untuk mendapatkan desain yang sempurna. “Tangga ini selalu menjadi kebanggaan keluarga, karena dibuat dengan begitu detail dan hati-hati,” kenang Moa.

Namun, kini beberapa bagian rumah yang dulu megah dan indah terlihat tak terawat. Warna putih yang mendominasi interior rumah kini telah pudar, dan beberapa sisi rumah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Walaupun demikian, Moa tetap merasa bangga dengan rumah ini dan apa yang telah berarti bagi dirinya.

Kenangan Kamar Utama dan Taman yang Terlupakan

Di bagian lain rumah, kamar utama orang tua Moa dulunya sangat luas dan mewah, lengkap dengan kamar mandi pribadi yang elegan. “Kamar ini penuh dengan kenangan manis bersama orang tua saya. Meski kini tampak kosong, saya masih bisa merasakan kehangatan yang dulu ada di sini,” ujar Moa dengan penuh nostalgia.

Begitu juga dengan taman yang dulunya menjadi tempat favorit Moa untuk bermain dan bersantai. Taman luas yang dulu tertata rapi kini tampak berantakan, dengan pepohonan yang semakin rimbun dan rumput yang sudah mulai tumbuh liar. Meski begitu, taman tersebut tetap menyimpan kenangan indah bagi Moa, yang sering bermain di sana bersama keluarganya.

Perubahan Tak Terelakkan

Kini, rumah yang dulunya penuh dengan kehidupan dan keceriaan itu telah berubah menjadi rumah kosong yang terlihat terlantar. Namun, bagi Moa, rumah ini tetap menyimpan banyak makna. “Meski rumah ini sekarang terlihat sangat berbeda, namun bagi saya, ini tetap menjadi bagian penting dari masa kecil saya. Rumah ini adalah saksi bisu perjalanan hidup saya,” ungkap Moa dengan penuh rasa haru.

Kisah tentang rumah mewah yang kosong ini pun menjadi viral, menarik perhatian banyak orang yang penasaran akan cerita di baliknya. Moa berhasil membawa kita semua untuk melihat sisi lain dari kehidupan masa kecilnya yang penuh dengan kenangan, serta bagaimana perubahan besar dalam hidupnya dan lingkungan sekitarnya tak bisa dihindari.

Kini, rumah yang menjadi simbol perjalanan waktu itu tidak hanya menjadi bahan perbincangan, tetapi juga menjadi simbol perubahan yang tak terelakkan. Kisah Moa dan rumah masa kecilnya terus menginspirasi banyak orang, mengingatkan kita akan pentingnya menghargai setiap kenangan dan perjalanan hidup yang telah dilalui.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.