United Tractors Catat Laba Bersih Rp14,8 Triliun Sepanjang 2025

Ilustrasi.
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – PT United Tractors Tbk (Perseroan) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp131,3 triliun atau turun sebesar 2% dari Rp134,4 triliun pada periode yang sama di tahun 2024. Sementara laba bersih Perseroan turun 24% menjadi Rp14,8 triliun.

Kontribusi pendapatan berasal dari empat segmen utama. Bisnis kontraktor penambangan masih menjadi penyumbang terbesar dengan Rp54,1 triliun, meski turun 7 persen secara tahunan akibat gangguan operasional karena curah hujan tinggi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Segmen mesin konstruksi mencatat Rp36,6 triliun, melemah 2 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, pertambangan batu bara termal dan metalurgi menghasilkan Rp24,2 triliun, turun 7 persen seiring penurunan harga jual komoditas.

Di tengah tekanan tersebut, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya justru melesat 41 persen menjadi Rp14,0 triliun, terdorong oleh penguatan harga emas global.

Berikut ringkasan kinerja konsolidasi PT United Tractors Tbk:

Segmen Usaha Mesin Konstruksi

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dikarenakan penjualan yang lebih tinggi dari sektor kehutanan dan perkebunan. Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu adalah 20%. Komatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.

Penjualan Scania naik dari dari 436 unit menjadi 466 unit dan penjualan UD Trucks turun dari 234 unit menjadi 155 unit. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 3% menjadi Rp11,3 triliun. Total pendapatan bersih dari Mesin Konstruksi turun 2% menjadi Rp36,6 triliun.

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan

Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). PAMA dan KPP Mining (PAMA Grup) menyediakan jasa pertambangan untuk pemilik konsesi tambang, dengan membantu mereka dalam pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) dan produksi batu bara serta mineral lainnya.

Sampai dengan triwulan keempat tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya tetap pada 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,4x. Pemindahan tanah yang lebih rendah terutama disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien.

Total pendapatan bersih dari Kontraktor Penambangan turun 7% menjadi Rp54,1 triliun.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.