Umat Hindu Jember Rayakan Piodalan di Pura Wira Satya Dharma Yonif 509/BY Kostrad

banner 468x60

JEMBER, Radarjakarta.id – Indonesia dengan penuh keberagaman, Agama, suku dan budayanya tentu memiliki banyak tradisi atau upacara tertentu yang masih dipegang teguh hingga saat ini. Salah satunya umat Hindu yang berada di Kabupaten Jember.

Kalau umumnya kita mengenal peringatan Nyepi, umat Hindu juga memiliki banyak hari raya besar dalam kalender keagamaannya. Salah satunya adalah upacara piodalan (odalan) atau yang disebut juga sebagai pujawali, petoyan atau petirtaan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Bertempat di Pura Wira Satya Dharma
Batalyon Infanteri 509 Balawara Yudha Kostrad Jember, di laksanakan upacara Piodalan yang jatuh pada hari Selasa Purname kesanga  tahun 2026. Selasa malam (03/03/2026).

Pelaksanaan persembahyangan dalam rangka Piodalan di pimpin Pinandita Jro Mangku Bagus Suasana.
Tampak hadir juga ketua Parisadha Hindu Darma  Kabupaten Jember Dr.I Nyoman Semita, dimana umat Hindu ini dari berbagai Instansi yang ada di Jember seperti TNI, Polri, Pemda dll, mereka saling bahu membahu untuk melaksanakan kegiatan upacara Piodalan ini tanpa mengenal lelah.

Piodalan merupakan rangkaian upacara Dewa Yadnya yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa pada sebuah pura atau tempat suci.

Piodalan berasal dari kata wedal yang memiliki arti keluar atau lahir. Jadi, layaknya kita merayakan hari ulang tahun, saat peringatan upacara Piodalan (odalan) tersebutlah ditetapkan sebagai hari lahir sebuah Pura atau bangunan suci. Dengan kata lain, piodalan/pujawali/petoyan merupakan peringatan hari lahirnya sebuah tempat suci umat Hindu.

Dengan adanya upacara keagamaan ini, maka setiap pure yang tersebar di Pulau Jawa memiliki hari yang ditetapkan sebagai hari suci untuk piodalan ataupun pujawali. Jatuhnya hari peringatan odalan atau pujawali dari tempat suci tersebut berbeda-beda, diambil berdasarkan perhitungan sasih yang merujuk pada kalender Saka yang jatuhnya setiap 1 tahun sekali. Hitungan ini berdasarkan perhitungan wuku yang merujuk pada kalender atau penanggalan Bali yang jatuhnya setiap 6 bulan (210 hari) sekali.

Menurut Wahyu Widodo S.Pd, M.Pd, kegiatan Piodalan ini dilaksanakan sebagai wujud Bhakti kita kepada Ide Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus sebagai wujud syukur kita atas anugerah yang telah dilimpahkan oleh beliau ” Terimakasih saudaraku semua umat Hindu yang ada di Jember yang sudah membantu kegiatan ini,semoga apa yang kita lakukan senantiasa selalu mendapat pencerahan dari Ide Sang Hyang Widhi Wasa”.

“Sebagai umat Hindu ini merupakan tugas dan kewajiban kita untuk berbhakti kepada Tuhan dengan cara melaksanakan persembahyangan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih,semoga Bhakti kita ini bisa menjadikan kita untuk menjadi lebih baik dalam bersikap dan bertutur kata sesuai dengan ajaran agama Hindu tercinta.

Ditempat terpisah Danyonif 509/Balawara Yudha /9/2 Kostrad, Letkol Inf Juni Fitriyan.S.H .M.H.I selamat merayakan Piodalan untuk umat Hindu di Kabupaten Jember khususnya yang berada di Yonif 509/BY Kostrad, “Selamat merayakan Piodalan kepada seluruh rekan-rekan umat Hindu.
Semoga damai, terang, harmoni, dan kesejahteraan selalu menyertai kita semua. Selamat merayakan hari suci dengan penuh syukur”, ujarnya.| Bagus Wirawiri*


 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.