JAKARTA, Radarjakarta.id – Seorang pemuda petualang, Erdipriyai, dari Saung Reptile Indonesia membuat inovasi penting bagi dunia medis.
Ia menemukan fakta, bahwa toxin atau racun bisa ular ternyata dapat diubah menjadi obat penawar racun, bahkan bisa menjadi resep mujarab untuk memperlambat penuaan, agar awet muda.
Penemuan Erdipriyai ini lahir berkat hobinya berpetualang dan berkecimpung dengan hewan-hewan reptil, termasuk ular.
Jika banyak orang menganggap bisa ular sebagai sesuatu yang berbahaya, maka bagi Erdipriyai sebaliknya, justru bisa ular adalah berkah yang dapat diolah untuk diambil manfaatnya.
“Banyak orang memandang bisa ular dengan cara pandang yang berbeda. Nah, kalau saya pribadi merasakan adanya kegunaan pada racun-racun tersebut,” kata Erdipriyai kepada awak media, Minggu (11/1/2026).
Erdipriyai menjelaskan, hampir setiap ular berbisa memiliki komponen enzin proteolik pada bisa-nya. Enzim ini memecah protein yang dapat membantu pencernaan dan membuat kerusakan pada jaringan.
Menurut Erdipriyai, saat ini sudah ada obat penawar racun bisa ular atau yang biasa disebut serum anti bisa ular (SABU). Pembuatan SABU ini diracik dari bahan-bahan yang berasal dari bisa ular itu sendiri.
“Sudah ada penelitian di Universitas Kopenhagen Denmark tentang pembuatan SABU,” ungkap Erdipriyai.
Dalam penelitian dan proses pembuatan SABU tersebut, para peneliti menggunakan ular viper yang diambil racunnya untuk disuntikan pada hewan lain, yaitu kuda.
Peneliti sengaja menjadikan kuda sebagai hewan percobaan karena memiliki imun yang kuat sehingga dapat bertahan dalam lethal dosis yang sudah di tentukan.
Dalam penelitian itu, racun (bisa) ular disuntikkan kepada kuda dan ditunggu sekitar setengah bulan (15 hari), setelah itu diambillah darah plasma yang ada pada kuda tersebut untuk dijadikan SABU.
“Saya memandang sifat toxin (bisa) berbeda dibanding pandangan orang pada umumnya. Saya memandangnya sebagai obat masa depan yang dapat menolong ribuan orang,” ungkap Erdipriyai.
Lebih dari itu, Erdi bahkan sudah menemukan jenis racun yang memiliki kandungan untuk prodak kecantikan, yang efeknya untuk memperlambat penuaan pada muka.
“Saya mulai memperdalam toxin ular juga disebabkan oleh rasa penasaran saya, dan juga riset yang dilakukan ke beberapa daerah, termasuk menggunakan narasi kuno di Mesir bahwasanya ular adalah salah satu jenis hewan yang sakralkan sehingga menyimpan banyak sekali misteri. Ini adalah petualangan bagiku,” kata Erdipriyai.
Erdipritai menjelaskan jenis-jenis toxin atau bisa ular dan daya rusak yang bisa ditimbulkannya:
1. Neurotoxin yang bersifat menargetkan system syaraf yang dapat memblokir sinyal pada saraf, yang dimana dapat menyebabkan hilangnya kendali akan kesadaran.
Pada beberapa kasus, orang jika terkena racun jenis ini akan merasakan ngantuk yang luar biasa, penglihatan yang akan mulai kabur, tidak dapat berbicara dengan jelas, dan dapat menyebabkan kematian.
Untuk mengantisipasi bahaya terkana racun jenis ini adalah dengan menjaga kesadaran tubuh dan juga imunitas tubuh yang baik. Juga dapat segera di larikan kerumah sakit yang menyediakan serum untuk racun jenis ini.
2. Hemotoxin yang bersifat menyerang pembuluh darah yang dapat mempengaruhi sistem peredaran darah. Efek dari racun jenis Hemotoxin ini dengan merusak pembuluh darah hingga menyebabkan nicrosis atau pembusukan pada area yang terkena racun dan dapat menyebabkan rusaknya jaringan.
Pada beberapa kasus terkena gigitan ular yang memiliki racun Hemotoxin biasanya korban akan merasakan panas yang luar biasa, dan efek pembusukan di area gigitan hingga merusak jaringan yang akan mengakibatkan busuk yang luar biasa.
3. cytotoxin adalah jenis racun yang bersifat menghancurkan sel jaringan hingga ke jaringan otot sehingga dapat mengakibatkan nyeri yang luar biasa yang disebab matinya sel, pada umumnya racun ini hampir sama dengan racun Hemotoxin. Racun seperti ini terdapat pada ular cobra penyembur (naja sputatrix)
4. Miotoksik adalah racun yang bersifat menyerang otot sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan dan kerusakan otot jenis racun ini juga termasuk jenis yang sangat berbahaya biasanya terdapat pada ular laut leher hitam dan juga pit viper.
5. Kardiotoksik adalah racun yang menyerang jantung sehingga dapat menyebabkan detak jantung akan menjadi cepat, pada beberapa kasus orang yang terkena gigitan racun dari kardiotoksik ia akan mengalami sesak nafas dan hilangnya kendali akan jantung dapat menyebabkan kematian.
6. Hemoragin adalah jenis racun yang dapat menyebabkan pendaharan yang tidak berhenti dengan merusak lapisan pembuluh darah.










