Turnamen Padel Antar SMA, Solusi Positif Cegah Tawuran

Arena Padel 2025, turnamen padel yang digagas sekelompok pelajar SMA di Jakarta. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Saat ini anak muda di Indonesia sangat menggemari olahraga padel karena keseruannya, mudah dipelajari (gabungan tenis & squash), aspek sosialnya (dimainkan berpasangan), dan viral di media sosial berkat dukungan selebriti dan influencer, menjadikannya tren gaya hidup baru yang menyenangkan untuk bersosialisasi sambil tetap bugar.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel mulai menunjukkan geliatnya di tengah masyarakat urban Indonesia. Fenomena ini tampak jelas di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Bali. Padel tidak hanya menjadi pilihan aktivitas fisik, tetapi juga menjelma sebagai bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan anak muda mulai dari pelajar SMA sampe  profesional, serta komunitas olahraga sosial.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Melihat fenomena yang terjadi ini sekelompok pelajar SMA di Jakarta Selatan menggelar turnamen padel antar pelajar SMA se-Jakarta. Dengan dimotori oleh Almer Jannatan M sebagai founder, lalu ada Azka Naufal Mirza juga founder dan Fina Diandra sebagai cofounder, lalu ada Omar Rashad Abrahamsyah selaku ketua pelaksana.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terhadap maraknya tawuran di kalangan pelajar, sekelompok anak muda pelajar ini mengambil langkah yang sangat positif dan berani dengan mengadakan turnamen padel antar pelajar SMA dengan nama “Arena Padel” yang berlangsung pada Sabtu (20/12/2025) di lapangan Padel Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Turnamen padel ini merupakan salah satu pelopor kompetisi padel berbasis sekolah, yang melibatkan siswa SMA di Jakarta sebagai ajang berkumpulnya dan memperkuat hubungan antar SMA agar mengurangi bahkan menghilangkan tawuran dengan berkompetisi secara positif di dunia olahraga.

“Maksud dan tujuan arena padel dirinya ingin mengenalkan olahraga padel kepada anak anak sma dan yang pasti ingin membuat wadah dimana anak sma bisa bertemu dengan anak sma lainnya sehingga menambah relasi di arena padel,” ujar Almer Jannatan.

“Dengan semangat sportivitas dan kreativitas yang tinggi, turnamen  antar SMA di Jakarta ini menjadi penanda bahwa padel kini bukan sekadar olahraga, tapi juga bisa sarana komunikasi antar SMA di Jakarta sehingga bisa menjadi jembatan komunikasi yang positif antar sekolah SMA dan menjalin keakraban dengan sendirinya akan mengurangi angka tawuran antar pelajar di Jakarta,” tambah Almer.

Omar Rashad Abrahamsyah selaku ketua pelaksana menambahkan, turnamen padel ini diikuti oleh 64 orang peserta dari berbagai SMA di Jakarta, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp400 ribu per orang. Sistem lombanya berpasangan dan jadwal pertandingan berlangsung selama satu hari full mulai dari fase penyisihan, perempat final, semifinal, hingga final.

“Sebuah turnamen tentu akan mencari yang terbaik sebagai juaranya. Untuk itu dalam arena padel ini panitia memberikan apresiasi kepada juara 1 uang pembinaan sebesar Rp4 juta ditambah 2 buah raket padel. Dan untuk juara 2 mendapatkan dana Rp2 juta lalu untuk juara 3 dana sebesar Rp1,5 juta,” ungkap Omar.

Azka Naufal Mirza yang juga founder dari kegiatan ini mengatakan bahwa turnamen padel antar pelajar SMA menjadi sebuah gebrakan tersendiri bagi para pelajar dan komunitas padel anak muda di Jakarta Selatan.

“Kegiatan ini sengaja dibuat untuk menghadirkan suasana berbeda sekaligus memperkenalkan olahraga padel yang masih tergolong baru dengan dikemas kreatif tanpa meninggalkan semangat kebersamaan, dan berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin tahunan,” ujar Azka.

Sementara Fina Diandra sebagai cofounder yang sudah rutin bermain padel menjelaskan bahwa dengan mengikuti aktivitas olahraga seperti padel, gerakan olahraga yang dinamis dan intensitas tinggi membuat olahraga ini cocok menjadi pilihan gaya hidup sehat yang modern. Padel menjadi salah satu solusi tubuh lebih sehat dengan cara yang seru dan menyenangkan.

“Olahraga padel bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan karena terdapat berbagai gerakan seperti berlari, memukul bola, dan melompat yang dilakukan dengan cepat. Dengan demikian, seluruh anggota tubuh ikut bergerak sehingga akan terasa lebih sehat dan bugar,” jelasnya.

Pertandingan padel menguji setiap pemainnya untuk bergerak cepat ketika akan berpindah posisi dan menjaga keseimbangan saat bergerak. Hal ini dilakukan untuk melatih kemampuan koordinasi dan keseimbangan tubuh yang bermanfaat untuk mencegah cedera dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam turnamen arena padel ini panitia pelaksana turnamen telah mempersiapkan berbagai hal untuk memastikan kelancaran acara, mulai dari penjadwalan pertandingan, perangkat pertandingan yang profesional, hingga fasilitas pendukung lainnya. Mereka juga mengundang seluruh siswa, guru, dan masyarakat umum untuk hadir dan memberikan dukungan kepada peserta  kebanggaan sekolah masing-masing.

Dari sisi sponsor, event perdana Arena Padel 2025 ini didukung oleh BSI, By.u, Rekket, Rocket Company Group, Qurma Graha Mulia, dan Global Energi Lestari. Panitia inti para penggagas ini menilai jumlah sponsor pada saatnya nanti akan meningkat seiring rapi dan profesionalnya event.

Setelah serangkaian pertandingan ketat, juara 1 Arena Padel 2025 diraih oleh pasangan Radja dan Shabi dari  SMA Cikal, lalu juara 2 pasangan Nayo dan Zendra dari  SMA Al Azhar, dan juara 3 pasangan Alfaris dan Bagas dari SMA Labschool Al Izhar Pejaten Cirendeu.|Bemby

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.