Ekonomi Hijau Jadi Jalan Emas Menuju Indonesia 2045
JAKARTA, Radarjakarta.id — Indonesia memasuki babak baru revolusi ketenagakerjaan.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan, transisi menuju ekonomi hijau bukan lagi sekadar wacana lingkungan, tetapi pintu besar menuju masa depan tenaga kerja nasional yang tangguh, kompeten, dan berdaya saing global.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan hal itu dalam forum bergengsi Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/10/2025).
“Transisi hijau hanya akan berhasil jika tenaga kerja kita siap beradaptasi dengan perubahan. Kami pastikan setiap pekerja punya kesempatan meningkatkan keterampilan dan berpartisipasi aktif dalam sektor ekonomi hijau,” ujar Menaker.
TRANSFORMASI BLK, LAHIRKAN TENAGA KERJA HIJAU
Dalam pidatonya, Menaker menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama kesuksesan ekonomi hijau.
Kemnaker kini mempercepat program upskilling dan reskilling melalui pelatihan berbasis kompetensi hijau dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga teknologi ramah lingkungan.
Untuk memperluas dampak, Kemnaker menggandeng dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga internasional dalam membangun ekosistem pelatihan hijau di seluruh daerah.
Transformasi besar pun sedang berjalan: Balai Latihan Kerja (BLK) akan beralih fungsi menjadi pusat pelatihan masa depan yang responsif terhadap kebutuhan industri hijau.
“Transformasi BLK adalah langkah strategis menghadapi perubahan struktur ekonomi. Kami ingin mencetak SDM tangguh dan siap menjemput pembangunan berkelanjutan,” tegas Yassierli.
MAGANG NASIONAL DIPERPANJANG! LONJAKAN PENDAFTARAN TEMBUS 48 RIBU PESERTA
Sementara itu, Program Magang Nasional 2025 yang dikelola Kemnaker mencatat lonjakan pendaftar luar biasa.
Akibat antusiasme tinggi dan gangguan teknis pada situs resmi, pemerintah akhirnya memperpanjang masa pendaftaran hingga 15 Oktober 2025.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menjelaskan, keputusan itu diambil agar seluruh calon peserta memiliki kesempatan yang sama.
“Situs sempat down karena ribuan pendaftar masuk bersamaan. Kami tidak ingin ada yang dirugikan. Semua harus punya kesempatan ikut program ini,” kata Anwar, Jumat (10/10/2025).
Hingga pukul 17.01 WIB, 911 perusahaan telah bergabung dengan 48.790 peserta terverifikasi, jauh melampaui kuota 20.000 peserta.
Kemnaker memastikan seluruh data pendaftaran bersifat real-time melalui platform Maganghub.
MAGANG BERINSENTIF: RP3,3 JUTA + JAMINAN SOSIAL + SERTIFIKAT
Peserta Magang Nasional akan mendapatkan:
- Uang saku setara UMK (maks. Rp3,3 juta per bulan)
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) & Jaminan Kematian (JKM)
- Bimbingan mentor profesional
- Sertifikat resmi pengalaman magang
Program ini terbuka bagi lulusan perguruan tinggi maksimal satu tahun setelah wisuda, yang dapat mendaftar melalui portal SIAPkerja.
MENUJU INDONESIA EMAS 2045: SDM HIJAU, EKONOMI TANGGUH
Menaker Yassierli menutup forum dengan pesan kuat:
“Transisi hijau bukan sekadar agenda lingkungan. Ini strategi nasional untuk menciptakan pekerjaan berkualitas dan masa depan ekonomi yang tangguh.”
Kemnaker optimistis, kombinasi pelatihan hijau, program magang, dan transformasi BLK akan menempatkan Indonesia sebagai pusat tenaga kerja hijau di Asia Tenggara, menuju Indonesia Emas 2045.
JADWAL RESMI PROGRAM MAGANG NASIONAL 2025
🗓️ Pendaftaran Perusahaan: s.d. 14 Oktober 2025
🗓️ Pendaftaran Peserta: s.d. 15 Oktober 2025
🗓️ Seleksi & Pengumuman: 16–18 Oktober 2025
🗓️ Pelaksanaan Magang: 20 Oktober 2025 – 19 April 2026
|***











