Tragis! Seorang Tante di Kendari Banting Bayi 6 Bulan, Videonya Dikirim ke Ibu Korban

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Kendari – Aksi kekerasan menggemparkan publik terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang wanita berinisial PD (25) tega membanting keponakannya sendiri, seorang bayi laki-laki berusia enam bulan berinisial PC, hanya karena sakit hati terhadap ibu sang bayi. Peristiwa memilukan ini direkam oleh pelaku sendiri, lalu videonya dikirim ke ibu korban dan akhirnya viral di media sosial.

Insiden terjadi pada Senin (21/4), sekitar pukul 17.00 WITA, di kamar kos pelaku di Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari. Saat itu, PD yang sehari-hari mengasuh PC, tiba-tiba meledak emosi setelah cekcok melalui telepon dengan ibu korban—yang tengah merantau di luar Sulawesi dan diduga jarang mengirimkan uang untuk biaya hidup anaknya.

“Pelaku merasa emosi karena menilai ibu korban hidup berfoya-foya di perantauan sementara anaknya ditelantarkan. Akibatnya, pelaku nekat mengancam dan akhirnya melukai korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun dalam pernyataan resmi, Selasa (22/4).

Dalam video yang menyebar luas di media sosial, PD terlihat mengambil bayi dari tangan seorang saksi dan membantingnya ke atas kasur. Meski tidak langsung membanting ke permukaan keras, aksi tersebut tetap sangat membahayakan dan traumatis bagi korban yang masih bayi.

Korban langsung dibawa menjauh dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisinya kini dalam pengawasan ketat tim medis.

Lebih mengejutkan lagi, hasil penyelidikan mengungkap bahwa PD sebelumnya sempat menenggak enam butir obat penenang jenis Ifarsyl sekaligus. Bahkan, pada Sabtu (19/4), pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu, setelah hasil tes urine menunjukkan kandungan Methamphetamine dan Amphetamine.

Pelaku kini telah diamankan di Mapolresta Kendari dan tengah menjalani proses penyidikan. Penyidik juga mempertimbangkan kondisi psikologis pelaku untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Tragedi ini membuka mata banyak pihak akan pentingnya pengawasan terhadap pengasuhan anak, terutama dalam situasi keluarga yang terpisah oleh jarak dan ekonomi.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.