RADAR JAKARTA|Bondowoso — Pendakian yang seharusnya menjadi petualangan seru berujung duka. Fahrul Hidayatullah, remaja berusia 18 tahun asal Jember, ditemukan tewas usai terjatuh ke jurang sedalam 150 meter di kawasan Gunung Saeng, Kabupaten Bondowoso. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama empat rekannya menuruni gunung dalam kondisi hujan badai pada Kamis (1/5) siang.
Insiden maut itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat rombongan melintasi jalur curam di Desa Sumberwaru. Menurut informasi dari rekan-rekan korban, Fahrul tergelincir akibat jalur licin dan langsung terjatuh ke dalam jurang yang dalam dan terjal. Mereka segera mencari pertolongan ke posko terdekat, namun harapan mereka untuk menyelamatkan sahabatnya pupus saat Tim SAR menemukan Fahrul dalam keadaan tak bernyawa.
Evakuasi Dramatis di Medan Ekstrem
Koordinator SAR Pos Jember, Andi Irawan, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan pada Jumat pagi (2/5) pukul 09.28 WIB setelah pencarian intensif melibatkan tim SAR gabungan dan bantuan drone thermal.
“Alhamdulillah, survivor berhasil ditemukan. Namun, sayangnya dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Andi kepada media.
Jatmika, anggota Basarnas Pos Jember, menambahkan bahwa medan lokasi yang terjal, berkabut, dan berpotensi hujan menyulitkan proses evakuasi. Tim SAR akhirnya menghentikan operasi sementara pada pukul 17.30 WIB demi menjaga keselamatan personel.
“Evakuasi akan dilanjutkan secepat mungkin saat cuaca membaik. Kita siapkan peralatan vertical rescue dan menempatkan sekitar 50 personel di pos-pos strategis,” ungkap Jatmika.
Meninggal di Jalur Kembali, Bukan Saat Mendaki
Berbeda dengan kebanyakan kasus kecelakaan di gunung, Fahrul justru terjatuh saat perjalanan turun. Cuaca buruk menjadi faktor kunci dalam tragedi ini. Jalur yang licin, berkabut, dan minim visibilitas membuat pendakian Gunung Saeng berubah menjadi mimpi buruk.
Gunung Saeng, yang terletak di wilayah Kecamatan Binakal, dikenal memiliki medan yang cukup menantang, terutama saat cuaca ekstrem. Kejadian ini menambah daftar panjang tragedi pendakian yang melibatkan cuaca sebagai penyebab utama.
Duka Mendalam dan Peringatan bagi Pendaki
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan komunitas pendaki di Jember. Fahrul yang dikenal aktif di komunitas pecinta alam itu disebut sebagai sosok yang ceria dan bersemangat.
Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi para pendaki untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, serta pentingnya kesiapan mental dan perlengkapan sebelum melakukan aktivitas di alam bebas.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi jenazah masih terus diupayakan oleh tim SAR gabungan. Tim menunggu kondisi cuaca memungkinkan agar dapat membawa korban turun dengan aman dan layak. | Bagus Wirawiri*










