RADAR JAKARTA|Gaza – Media sosial diguncang oleh beredarnya video mengerikan yang diduga memperlihatkan tubuh warga sipil Gaza, Palestina, terpental ke udara akibat serangan bom oleh militer Israel. Peristiwa memilukan ini terjadi saat umat Muslim di seluruh dunia tengah merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Video tersebut menunjukkan momen mengerikan saat ledakan dahsyat menghantam kawasan pemukiman di Jalur Gaza. Tubuh-tubuh korban, termasuk anak-anak, tampak terlempar ke langit sebelum akhirnya jatuh kembali ke tanah. Potongan video itu dengan cepat menjadi viral dan menuai gelombang kemarahan serta duka dari masyarakat internasional.
Salah satu yang menyebarkan video tersebut adalah Greg J Stoker, seorang aktivis anti-imperialis dan veteran militer Amerika Serikat. Dalam unggahannya di media sosial pada Sabtu (5/4/2025), Greg mengungkapkan kisah kelam pengalamannya menyaksikan serangan drone saat masih bertugas.
“Saya tidak sedang menceritakan kisah perang, tetapi yang memulai radikalisasi saya menjadi veteran anti perang adalah menyaksikan analis di pusat operasi taktis (TOC) bertaruh seberapa jauh mayat akan terbang selama serangan pesawat tak berawak,” tulisnya getir.
Kecaman serupa juga datang dari warganet dan aktivis kemanusiaan di berbagai negara. Akun X asal Malaysia, @numanmazlan, menuliskan:
“Anak-anak Gaza tercampak ke langit sebelum dijatuhkan ke bumi. Inilah dampak bom Israel dan kebisuan dunia. Inilah harga dari matinya kemanusiaan kita,” tulisnya.
Akun lain, @arwidodo, turut membagikan video serupa. Ia menuliskan:
“Tanpa peringatan, mereka dilempar ke langit oleh bom penjajah. Tak sempat berlari, tak sempat pamit.”
Menurut laporan Middle East Eye, setidaknya 85 warga Gaza tewas dalam serangan sejak pagi hari Idul Fitri, Minggu (30/3). Kementerian Kesehatan Gaza kemudian mencatat jumlah korban meningkat, dengan 97 orang dilaporkan meninggal hanya dalam 24 jam terakhir. Di antaranya, 20 korban tewas dalam satu serangan fajar di Shejaia, serta 27 lainnya dalam pengeboman terhadap sekolah yang dijadikan tempat pengungsian.
Tragedi ini terjadi di tengah suasana Idul Fitri yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan. Namun bagi warga Gaza, perayaan itu berubah menjadi duka dan kehancuran. Kota Rafah kini menjadi titik eksodus terbesar, dengan ribuan warga mengungsi dari serangan yang tiada henti.
Hingga saat ini, otoritas internasional belum memberikan pernyataan resmi mengenai video yang menunjukkan tubuh warga Gaza terpental akibat serangan. Namun, maraknya video dan kesaksian di media sosial kian menambah tekanan terhadap komunitas internasional untuk bertindak lebih tegas dalam menghentikan kekerasan di Gaza.***
Tragedi Idul Fitri di Gaza: Video Potongan Tubuh Warga Gaza Akibat Serangan Udara Israel Viral










