Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono. (Ig.menluri)
PERU, Radarjakarta.id – Dunia diplomatik Indonesia dan Peru diguncang oleh tragedi memilukan. Zetro Leonardo Purba, 40 tahun, Penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, tewas ditembak brutal saat bersepeda bersama istrinya di Distrik Lince, malam kemarin.
Siaran televisi lokal 24 Horas Edición Central melaporkan, korban disergap oleh sekelompok pria bersenjata tepat di depan apartemennya. Tiga tembakan dilepaskan dari jarak dekat, menembus tubuh Zetro. Meski sempat dilarikan ke Klinik Javier Prado, nyawanya tak tertolong. Sang istri selamat tanpa luka dan kini berada di bawah perlindungan aparat kepolisian Peru.
Media lokal Panamericana menambahkan, motif penembakan masih misterius. Polisi Nasional Peru bersama tim forensik langsung mengamankan lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan menelisik latar belakang serangan yang tergolong kejam ini.
Zetro baru lima bulan bertugas di KBRI Lima. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam di Kementerian Luar Negeri RI, yang menyampaikan belasungkawa resmi dan menekankan pentingnya penuntasan penyelidikan.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan melalui akun Instagram resmi Kemlu RI:
“Kami berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian saudara Zetro Leonardo Purba. Kami meminta aparat Kepolisian Peru menuntaskan penyelidikan kasus ini hingga terang benderang.”
Sugiono juga memastikan KBRI Lima memantau proses penyelidikan dan mempersiapkan pemulangan jenazah Zetro ke Indonesia. Insiden ini menimbulkan keprihatinan luas, tidak hanya di kalangan diplomat Indonesia, tapi juga komunitas internasional yang menyoroti keamanan warga asing di Peru.
Kasus ini menjadi peringatan keras terhadap keamanan diplomat Indonesia di luar negeri. Hingga kini, siapa pelaku dan motif di balik penembakan ini masih misteri.***











