GOWA, RadarJakarta.id — Suasana haru bercampur panik menyelimuti Dusun Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (25/10/2025) sore. Sebuah video mengerikan yang merekam detik-detik truk pengangkut rombongan pelajar terguling di tanjakan viral dan membuat publik bergidik ngeri.
Truk yang membawa puluhan siswi SMP Islam Terpadu (IT) Wahdah Islamiyah Gowa itu mulanya melaju menanjak menuju lokasi kegiatan Islamic Camp II di Rumah Hobbit Bollangi. Namun di tengah jalan, mesin diduga kehilangan tenaga. Dalam hitungan detik, truk raksasa itu meluncur mundur tanpa kendali.
Video amatir memperlihatkan momen mencekam ketika truk mulai bergerak mundur. Suara jeritan terdengar histeris. Beberapa detik kemudian, truk terguling hebat. Para siswi terlempar keluar bak, sementara seorang pengendara motor yang melintas ikut terlindas di lokasi kejadian. “Detiknya bikin bulu kuduk berdiri,” tulis salah satu warganet di kolom komentar yang menembus ribuan tayangan di TikTok dan Instagram.
Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Muhammad Muaz, membenarkan kejadian itu. “Iya, kejadiannya sekitar pukul 17.30 WITA. Tidak ada korban jiwa, tapi dua siswi mengalami luka ringan,” ujarnya. Dua korban tersebut sempat dibawa ke rumah sakit namun diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.
Pihak kepolisian kini tengah menelusuri penyebab pasti insiden dan asal truk yang digunakan sekolah. “Masih kami dalami, termasuk siapa sopirnya. Kendaraan itu bukan mobil dinas atau milik instansi pemerintah. Kami juga sudah mendatangi pihak sekolah,” tambah Muaz.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terdapat tiga truk yang mengangkut rombongan pelajar menuju lokasi perkemahan. Jalanan menuju area perbukitan Bollangi dikenal ekstrem, dengan tanjakan curam dan tikungan tajam. Truk kedua yang ditumpangi para siswi dilaporkan kehilangan kendali lalu terguling setelah mundur cepat di tanjakan.
Kini video peristiwa itu viral di berbagai platform. Warganet ramai-ramai menyoroti minimnya keselamatan transportasi bagi pelajar. Banyak yang menuntut investigasi serius agar kejadian serupa tak terulang. “Bukan hanya ngeri, tapi ini alarm bahaya sistemik,” tulis seorang pengguna X (Twitter).***











