DEPOK, Radarjakarta.id – Di tengah gemerlap dunia hiburan yang tak pernah berhenti menyorotnya, Ayu Ting Ting justru memilih kembali ke akar—menjalani tradisi sederhana yang kini viral dan menyentuh hati. Bukan pesta mewah atau liburan glamor, pedangdut papan atas ini justru “blusukan” menyusuri gang-gang sempit di Depok demi satu hal: menjaga silaturahmi.
Momen Lebaran 1447 H menjadi bukti bahwa popularitas tak mengubah jati dirinya. Usai menunaikan Salat Id tepat waktu bersama keluarga, pelantun lagu Alamat Palsu ini langsung berjalan kaki menyapa satu per satu tetangga yang telah dikenalnya sejak lama. Tanpa sekat, tanpa jarak.
“Keliling gang, nyapa tetangga satu-satu,” ujarnya singkat, namun sarat makna.
Aksi sederhana ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Di balik langkahnya menyusuri jalan kecil, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya menjaga hubungan sosial. Bagi Ayu, para tetangga bukan hanya lingkungan sekitar—melainkan bagian dari keluarga besar yang tak tergantikan.
Ia bahkan menyempatkan diri mampir ke rumah kerabat jauh dari pihak ayah yang tinggal di sekitar kediamannya. Kehangatan itu terasa nyata, bukan sekadar simbolik. Warga pun menyambutnya dengan antusias, menjadikan momen ini penuh keakraban yang jarang terlihat dari sosok selebritas.
Tak berhenti di luar rumah, suasana haru berlanjut di dalam kediamannya. Tradisi sungkeman tetap menjadi ritual sakral yang tak pernah dilewatkan. Ayu bersama keluarga besar berkumpul, saling memaafkan, dan mempererat ikatan di hari kemenangan.
“Seperti biasa, habis salat kita sungkeman, maaf-maafan sama orang tua, lalu semua keluarga kumpul,” tuturnya.
Lebaran di rumah Ayu juga identik dengan sajian khas yang menggugah selera. Mulai dari ketupat sayur, opor ayam, hingga tape uli khas Depok tersaji di meja makan. Tak ketinggalan kue-kue klasik seperti nastar yang menjadi pelengkap suasana hari raya.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan selebritas, apa yang dilakukan Ayu Ting Ting menjadi tamparan halus sekaligus inspirasi. Bahwa kemewahan Lebaran bukan soal materi, melainkan tentang kedekatan, kehangatan, dan ketulusan menjaga silaturahmi.***











