Tokoh Pencak Silat Tanggamus Bentuk Ormas Jaga Daerah

banner 468x60

TANGGAMUS, Radarjakarta.id – Konsolidasi besar tokoh dan guru pencak silat se-Kabupaten Tanggamus pecah di Rest Area Taman Gisting, Minggu (21/12/2025). Bukan sekadar silaturahmi, pertemuan ini melahirkan keputusan strategis: pembentukan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Jaga Tanggamus, yang digadang-gadang menjadi benteng sosial melawan narkoba, judi online, tawuran, hingga ancaman anarkisme.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Technical Meeting Festival Pencak Silat Budaya Tanggamus 2025, menjadikannya momentum krusial bagi kebangkitan pencak silat sebagai kekuatan budaya sekaligus alat kontrol sosial di Bumi Begawi Jejama.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Diskusi berlangsung intens dan penuh semangat persatuan. Para tokoh lintas perguruan sepakat, pencak silat tak boleh lagi dipandang sebatas seni bela diri atau tontonan festival, melainkan instrumen nyata pembinaan karakter, persaudaraan, dan ketahanan sosial masyarakat.

Ketua KORMI Kabupaten Tanggamus, Hilman, S.H., menegaskan bahwa pencak silat memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas daerah.

“Pencak silat mengajarkan disiplin, etika, dan persaudaraan. Melalui festival dan Ormas Jaga Tanggamus, kami ingin menjadikannya garda terdepan pembinaan generasi muda sekaligus penjaga ketertiban sosial,” tegasnya.

Dukungan kuat juga datang dari APPSBI Provinsi Lampung. Sekretaris APPSBI, Rio Yulians, menyebut Festival Pencak Silat Budaya Tanggamus 2025 sebagai ruang konsolidasi budaya dan persatuan.
“Ini bukan sekadar ajang pertunjukan, tapi simbol kebangkitan pencak silat budaya sebagai perekat bangsa. APPSBI Provinsi Lampung mendukung penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua APPSBI Kabupaten Tanggamus, Samsir Alam Nasution, menilai pembentukan Ormas Jaga Tanggamus sebagai langkah konkret menjawab tantangan sosial yang kian kompleks.

“Pencak silat harus hadir sebagai solusi. Ormas Jaga Tanggamus siap menjadi mitra strategis menjaga keamanan, mencegah konflik sosial, serta menyelamatkan generasi muda dari narkoba dan judi online,” katanya lantang.

Pertemuan ini turut dihadiri A. Rahmad Budiman, Juri APPSBI Provinsi Lampung, serta para guru, pelatih, dan tokoh pencak silat dari seluruh penjuru Kabupaten Tanggamus. Kehadiran mereka menjadi bukti kuat komitmen kolektif menyukseskan festival sekaligus memperkuat sinergi lintas organisasi.

Adapun Technical Meeting Festival Pencak Silat Budaya Tanggamus 2025 dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Desember 2025, sebagai tahap krusial memastikan festival berjalan tertib, aman, dan meriah.

Panitia mengajak seluruh masyarakat Tanggamus untuk hadir dan memeriahkan festival tersebut, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, pembinaan generasi muda, dan penguatan persatuan daerah.

Melalui momentum ini, pencak silat ditegaskan bukan hanya warisan leluhur, melainkan kekuatan sosial yang siap menjaga Tanggamus tetap aman, berbudaya, dan bermartabat.|Yeyen*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.