MEDAN, Radarjakarta.id – Pengelola Tempat Hiburan Malam (THM) De Tonga Hotel dan Bar, Kota Medan, Sumatra Utara, melaporkan dugaan tindakan tidak prosedural aparat kepolisian ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Laporan tersebut menyusul penutupan sementara tempat usaha mereka setelah razia terkait dugaan transaksi narkotika.
General Manager De Tonga Hotel dan Bar, Syamsu Bahri Polem, menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada 9 Desember lalu. Saat itu, sejumlah orang datang memesan ruangan VIP dan menanyakan ketersediaan narkotika jenis inex. Pihak manajemen melalui staf menegaskan tidak menyediakan narkotika dan hanya menjual minuman.
“Keesokan harinya pertanyaan serupa kembali diajukan, dan staf kami tetap menolak,” ujar Syamsu kepada wartawan di depan Mabes Polri, Selasa (22/12).
Menurut Syamsu, pada hari ketiga aparat kepolisian menemukan dugaan transaksi narkoba di salah satu ruangan VIP. Namun, ia menegaskan bahwa barang terlarang tersebut berasal dari pihak luar dan tidak melibatkan manajemen maupun karyawan De Tonga. “Barang itu datang dari luar. Tidak ada keterlibatan manajemen atau staf kami,” katanya.
Pasca-temuan tersebut, pihak kepolisian melakukan penyegelan ruangan VIP, disusul pemeriksaan seluruh area restoran, bar, hingga dapur. Syamsu menyebut tindakan itu dilakukan tanpa menunjukkan surat tugas maupun berita acara resmi. Sejak Kamis (11/12), operasional De Tonga Hotel dan Bar pun ditutup sementara.
Penutupan tersebut, lanjut Syamsu, berdampak langsung pada keberlangsungan usaha dan mata pencaharian karyawan. “Karyawan kami tidak bisa bekerja untuk menghidupi anak dan istri mereka. Padahal seluruh perizinan usaha kami lengkap dan resmi,” ujarnya.
Atas dasar itu, manajemen De Tonga Hotel dan Bar mengadukan kasus ini ke Mabes Polri guna meminta keadilan dan kepastian hukum. Laporan tersebut ditujukan kepada Kadiv Propam Polri dan telah terdaftar secara daring dengan Nomor Pengaduan 251222000015 tertanggal 22 Desember 2025, dengan status Laporan Diterima Bagyanduan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polrestabes Medan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. | Al Pane*











