Terobosan Dosen Keperawatan UBK Jakarta: Akupresur dan Sari Bengkoang Jadi Senjata Lawan Diabetes di Pondok Ranggon

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Upaya melawan senyapnya ancaman Diabetes Melitus terus digencarkan. Kali ini, terobosan datang dari Program Studi DIII Keperawatan PSDKU Jakarta, Universitas Bhakti Kencana (UBK), yang turun langsung ke masyarakat Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang menyedot perhatian warga.

Mengusung pendekatan terapi komplementer non-farmakologis, para dosen keperawatan UBK memperkenalkan akupresur dan sari pati bengkoang sebagai alternatif pendamping dalam mengontrol kadar gula darah. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan mendapat dukungan penuh dari Ketua RT setempat, perwakilan Kelurahan Pondok Ranggon, serta tenaga kesehatan Puskesmas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Yuli Astuti, SKM., M.Kes, bersama tim dosen berpengalaman, yakni Uum Safari, S.Kep., MKM; Ns. Tatik Setiarini, S.Kep., MKM; Ns. Dewi Nur Sutiawati, S.Kep., M.Kep; Ns. Anita Yusnita, S.Kep., M.Kep; serta Ns. Monika Blesenki, S.Kep., M.Kep. Tak hanya itu, mahasiswa Prodi DIII Keperawatan turut dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik nyata di tengah masyarakat.

Dengan tema “Akupresur dan Sari Pati Bengkoang sebagai Terapi Non-Farmakologis untuk Mengontrol Diabetes Melitus”, kegiatan ini menyasar peningkatan kesadaran dan keterampilan warga dalam mengelola penyakit kronis yang kerap disebut sebagai silent killer. Diabetes dipilih sebagai fokus utama lantaran tingginya angka penderita di masyarakat, yang sering kali baru terdeteksi saat komplikasi sudah terjadi.

 

Dalam paparannya, Yuli Astuti menegaskan bahwa akupresur bukan sekadar terapi tradisional, melainkan metode yang telah diteliti secara ilmiah. Teknik penekanan pada titik-titik tertentu tubuh dinilai mampu membantu relaksasi, memperbaiki sirkulasi darah, hingga mendukung pengendalian kadar gula darah. Sementara itu, sari pati bengkoang diperkenalkan sebagai bahan alami yang mudah dijumpai, terjangkau, dan berpotensi mendukung kesehatan bila dikonsumsi secara tepat.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Warga tak hanya mendapatkan penyuluhan, tetapi juga mengikuti demonstrasi langsung teknik akupresur, diskusi terbuka, hingga praktik mandiri yang didampingi mahasiswa. Edukasi tentang pola hidup sehat pun menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini.

Perwakilan Kelurahan Pondok Ranggon dan Puskesmas memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Melalui kegiatan ini, Prodi DIII

Keperawatan PSDKU Jakarta Universitas Bhakti Kencana menegaskan komitmennya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai agen perubahan dan kampus berdampak, yang menghadirkan solusi nyata, ilmiah, dan humanis bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.