Tambang Ilegal Biayai Serangan ke Prabowo, Hashim Buka Fakta

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Peta serangan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai terkuak. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, menyebut ada kekuatan bermodal besar yang berada di balik gerakan anti-pemerintah yang belakangan menguat di ruang publik.

Menurut Hashim, kelompok tersebut berasal dari pemilik tambang ilegal yang bisnisnya kini telah diambil alih negara. Penertiban besar-besaran yang dilakukan pemerintah disebut membuat mereka kehilangan sumber keuntungan, sehingga kemarahan dilampiaskan melalui gerakan perlawanan politik dan opini.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hashim mengungkap, salah satu pola serangan yang digunakan adalah penyebaran fitnah terhadap Presiden Prabowo. Isu kepemilikan ratusan ribu hektare lahan sawit di Sumatera disebut sebagai kabar bohong yang sengaja digulirkan untuk merusak citra kepala negara.

Ia menegaskan, Prabowo tidak memiliki satu hektare pun kebun sawit. Hashim meminta seluruh kader dan simpatisan Gerindra aktif menyebarkan fakta guna melawan arus disinformasi yang masif di media sosial.

Tak hanya pemilik tambang ilegal, Hashim juga menyebut keterlibatan mafia minyak dan mafia sawit. Kelompok ini dinilai memiliki kepentingan besar karena selama ini diuntungkan dari praktik ilegal yang kini dihentikan pemerintah.

Hashim memaparkan, negara telah berhasil menguasai kembali sekitar 3,7 juta hektare kebun sawit ilegal. Bahkan, dalam waktu dekat akan ada tambahan sekitar 300 ribu hektare lahan ilegal yang ditertibkan.

Menurut Hashim, langkah tegas pemerintah inilah yang memicu serangan terkoordinasi di ruang digital. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan mundur meski mendapat tekanan dari kelompok yang merasa dirugikan oleh penegakan hukum.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.