JAKARTA, Radarjakarta.id – Di tengah derasnya arus industri film dan serial yang semakin berani mengeksplorasi tema dewasa, aktris Syifa Hadju justru memilih untuk mundur sejenak. Dalam siaran langsung di Instagram pada Minggu, 6 Juli 2025, Syifa secara terbuka mengungkapkan alasannya menolak sejumlah tawaran yang datang kepadanya belakangan ini.
Bukan karena minim job atau kehilangan panggung, Syifa justru menunjukkan ketegasan prinsip. Ia menolak peran yang mengharuskannya tampil dalam adegan-adegan dewasa karena tidak sesuai dengan nilai dan arah karier yang ingin ia tempuh.
“Sebenarnya kemarin ada tawaran yang masuk, tapi market film dan series-nya lebih ke 17/21+. Ada banyak adegan yang mengharuskan aku melakukan adegan begitu. Aku nggak ke situ arahnya,” ujar Syifa dalam live-nya.
Kekasih musisi El Rumi ini menekankan bahwa ia memiliki batasan yang jelas dalam memilih peran. Baginya, setiap proyek harus memberi ruang untuk berkembang secara artistik, bukan sekadar tampil demi eksistensi.
“Aku pengen berikan sesuatu yang spesial untuk kalian. Aku pengen dapat project yang bisa bikin aku enjoy dan aku suka sama ceritanya,” lanjutnya.

Syifa Hadju telah berkecimpung di dunia hiburan sejak 2014 melalui sinetron Bintang di Langit. Namanya melejit setelah membintangi Mermaid in Love, yang membuatnya dikenal luas terutama di kalangan remaja. Sejak saat itu, ia tampil dalam berbagai sinetron populer seperti Ada Dua Cinta, Magic Tumbler Season 3, hingga Saleha, dan memperluas portofolionya ke film layar lebar dan serial web seperti Ayat-Ayat Cinta 2, Bebas, Bismillah Kunikahi Suamimu, dan Mohon Doa Restu.
Namun kini, Syifa mengambil jeda dari layar kaca. Ia mengaku sedang menunggu proyek yang tidak hanya relevan secara personal, tapi juga selaras dengan prinsipnya sebagai seorang seniman.
“Wanna do something different for you guys. It’s been a while for me untuk muncul ke layar lebar ataupun web series,” ungkapnya.
Sikap Syifa ini dianggap sebagai langkah berani di tengah derasnya tuntutan industri hiburan yang kerap mendorong kompromi demi popularitas. Keputusannya untuk bersikap selektif bukan hanya menunjukkan profesionalitas, tapi juga integritas dan karakter yang kuat.
Dalam dunia yang sering kali menyamakan keberanian dengan keberisikan, Syifa Hadju menunjukkan bahwa keteguhan pada nilai-nilai pribadi pun adalah bentuk keberanian itu sendiri.***











