Suryadharma Ali Berpulang: Mantan Menteri Agama dan Ketua Umum PPP Dimakamkan di Pesantren Pribadi

banner 468x60

JAKARTA, Radar Jakarta.id – Tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs. H. Suryadharma Ali, meninggal dunia pada Kamis (31/7/2025) pukul 04.25 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia tutup usia menjelang ulang tahunnya yang ke-69 pada September mendatang.

Jenazah Suryadharma Ali dimakamkan pada sore harinya di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum, milik pribadinya, di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Prosesi pemakaman diiringi oleh lantunan salawat dan tahlil dari ratusan santri dan warga yang telah menunggu sejak pagi hari.

Dari Menteri hingga Tokoh Partai Islam

Semasa hidup, Suryadharma dikenal luas sebagai tokoh penting di lingkar politik Islam Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai:

Menteri Negara Koperasi dan UKM (2004–2009)

– Menteri Agama RI (2009–2014)

– Ketua Umum PPP (2007–2014)

Jejak karier politiknya dimulai dari organisasi kemahasiswaan PMII, hingga menjadi Ketua Umum PB PMII 1985–1988. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan meraih gelar magister Sosiologi dari Universitas Indonesia.

Rencana ke TMP Kalibata, Beralih ke Pesantren

Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang turut melayat ke rumah duka di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa sempat ada rencana memakamkan almarhum di Taman Makam Pahlawan Kalibata, mengingat ia penerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera.

Namun, keluarga memilih lokasi pemakaman di lingkungan pesantren yang beliau dirikan agar santri-santri dapat terus mendoakan almarhum. “Mungkin setiap usai salat lima waktu, ada anak pesantren yang mendoakan beliau,” ujar Nasaruddin.

Dihadiri Para Tokoh Nasional

Sejumlah tokoh nasional tampak hadir memberi penghormatan terakhir, antara lain:

Jusuf Kalla, Wapres ke-10 dan ke-12
Ma’ruf Amin, Wapres ke-13
Nasaruddin Umar, Menteri Agama
Muhaimin Iskandar, Menko PM

Mereka bergantian menyampaikan belasungkawa dan mengenang Suryadharma sebagai sosok yang berjasa dalam memperkuat basis Islam moderat di pemerintahan.

Catatan Kelam di Penghujung Karier

Pada 2014, Suryadharma Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi dana haji, yang merugikan negara lebih dari Rp30 miliar. Ia kemudian divonis 10 tahun penjara dan resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama pada 26 Mei 2014.

Setelah menjalani hukuman delapan tahun, ia dibebaskan bersyarat pada 6 September 2022. Selama masa tahanan, ia beberapa kali dirawat karena komplikasi penyakit, termasuk jantung, diabetes, dan penggumpalan darah di otak.

Kehidupan Pribadi dan Warisan

Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima anak. Meski tersandung kasus hukum, banyak pihak tetap menghormati jasa dan kontribusinya terhadap dunia pendidikan dan pesantren.

“Sudah sepatutnya kita belajar menghargai jasa seorang tokoh. Mari kita memaafkan dan mengenang kebaikan almarhum,” kata Nasaruddin Umar dalam pernyataannya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.