TANGERANG, Radarjakarta.id – Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya kembali mencatat sejarah penting dengan menggelar Wisuda Sarjana ke-19 dan Magister ke-1 tahun 2025, pada Kamis (9/10/2025), di Aula Lantai 3 kampus STABN Sriwijaya, Tangerang. Acara megah bernuansa spiritual ini menjadi simbol keberlanjutan pendidikan tinggi Buddha di Indonesia.
Nuansa Spiritual dan Nasionalisme dalam Prosesi Wisuda
Prosesi dimulai dengan masuknya Dewan Akademik, disambut Tari Gending Sriwijaya yang sarat makna harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Tarian ini menggambarkan esensi ajaran Buddha yang menjadi dasar pendidikan di STABN Sriwijaya.
Acara turut dihadiri Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, jajaran Sangha dari berbagai aliran seperti Theravada, Mahayana, Vajrayana, hingga Mahanikaya, serta para tokoh pendiri STABN, Dewan Penyantun, dan pimpinan perguruan tinggi Buddha di seluruh Indonesia.
Setelah menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Sriwijaya, suasana hening menyelimuti aula saat pembacaan ayat-ayat Dhammapada dari Appamada Vagga dan Sukkha Vagga.
Ayat ke-21 berbunyi:
“Kewaspadaan adalah jalan menuju kekekalan; kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati, tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati.”
Pesan suci ini menjadi inspirasi utama bagi para wisudawan untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan etika Buddha.
Wisuda ke-19 Sarjana & ke-1 Magister STABN Sriwijaya
Sidang Terbuka Senat STABN dipimpin langsung oleh Ketua Senat Sugeng, M.Pd.B., yang menekankan pentingnya Dhammapada sebagai pedoman hidup bagi para lulusan.
“Ajaran yang dibacakan hari ini bukan hanya seremonial, tapi pesan kehidupan: agar para lulusan menjadi manusia yang waspada, tekun, dan membawa kebajikan bagi masyarakat,” ujar Sugeng.
Tahun ini, ratusan wisudawan sarjana dan magister resmi dikukuhkan melalui ikrar kelulusan, penghormatan kepada orang tua, serta pemberkahan oleh para Bhikkhu Sangha.
Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Ketua STABN Sriwijaya menyoroti peningkatan kualitas akademik dan kontribusi kampus dalam pengembangan pendidikan agama Buddha di Indonesia.
Sementara Dirjen Bimas Buddha menegaskan komitmen pemerintah memperkuat nilai toleransi, kebhinekaan, dan spiritualitas melalui lembaga pendidikan tinggi agama.
Sebagai puncak ilmiah, Asisten Daerah I Kabupaten Tangerang menyampaikan orasi ilmiah bertema Integrasi Ajaran Buddha dalam Pembangunan Daerah Berkelanjutan, menegaskan pentingnya spiritualitas dalam pembangunan sosial dan lingkungan.
Penutup Penuh Kesan dan Harapan
Wisuda ditutup dengan persembahan tari tradisional daerah serta pengumuman wisudawan terbaik tingkat prodi dan sekolah tinggi. Para lulusan diharapkan menjadi agen penyebar Dharma di masyarakat dan membawa nama baik STABN Sriwijaya ke kancah nasional maupun internasional.
“Kesehatan adalah keuntungan terbesar. Kepuasan adalah kekayaan paling berharga. Kepercayaan adalah sahabat terbaik. Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi.” Dhammapada, Sukkha Vagga 204.***











