JAKARTA, Radarjakarta.id — Perempuan tidak hanya menjadi penjaga nilai dan budaya, tetapi juga pemimpin dan pejuang yang telah menorehkan sejarah penting bagi bangsa. Semangat inilah yang diusung komunitas Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya saat menggelar audiensi bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sumatera Selatan, Senin (7/7/2025) di Gedung DPD RI, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Srikandi TP Sriwijaya menyampaikan misi mulia: mengusulkan Ratu Sinuhun, pemimpin perempuan Kesultanan Palembang Darussalam abad ke-17, sebagai Pahlawan Nasional Perempuan dari wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Audiensi dipimpin Ketua Harian Srikandi TP Sriwijaya, R.A. Aisyah, SE., MM., mewakili Ketua Umum Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.Ikom. Dalam pemaparannya, Aisyah menyatakan bahwa sosok Ratu Sinuhun adalah cerminan kecerdasan, keteguhan, dan keberanian perempuan Sumsel.
“Ratu Sinuhun adalah simbol perjuangan perempuan yang tangguh dan visioner. Sudah saatnya sejarah nasional memberi ruang bagi kiprah luar biasa beliau,” ujar Aisyah.
Sementara itu, akademisi Srikandi TP Sriwijaya, Dr. Kunthi Tridewiyanti, SH., MA., CLA., dalam paparannya bertajuk “Kenali Sosok Ratu Sinuhun” menjelaskan bahwa Ratu Sinuhun merupakan istri dari Pangeran Sido Ing Kenayan yang memerintah pada tahun 1642 M.
Yang membedakan sosok ini, lanjut Kunthi, adalah peranannya dalam penyusunan Kitab Oendang-Oendang Simboer Tjahaja, sebuah hukum adat yang memuat 32 pasal mengenai adat bujang gadis dan hukum perkawinan—termasuk soal pertunangan (verloving), pernikahan (huwelijk), dan perceraian (echtscheiding).
“Kitab ini jauh lebih awal dibandingkan UU Perkawinan tahun 1974, bahkan sebelum lahirnya UU PKDRT (2004) dan UU TPKS (2022),” tegas Kunthi.
Audiensi ini mendapat sambutan positif dari anggota DPD RI asal Sumsel, Ratu Tenny Leriva, yang menyatakan dukungannya terhadap proses verifikasi historis dan administratif pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Sinuhun.
“Kami siap mendukung terbentuknya tim kajian lintas institusi dan program pendukung lainnya untuk memperjuangkan pengusulan ini,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Srikandi TP Sriwijaya telah menyiapkan sejumlah langkah konkret:
Menjadikan Ratu Sinuhun sebagai ikon generasi muda Srikandi TP Sriwijaya 2025
Pendirian Koperasi Ratu Sinuhun (dalam proses akta)
Pendirian Sekolah Lansia Ratu Sinuhun di Jakarta (telah disahkan)
Pemugaran Makam Ratu Sinuhun di Dabokingking, Oslembang
Workshop Sejarah Perempuan Pejuang bersama Dinas PPPA Provinsi Sumsel
Program ini juga bertujuan mendorong terbitnya SK Gubernur Sumsel untuk pembentukan Tim Peneliti Sejarah Ratu Sinuhun, sekaligus membuka ruang pengakuan lebih luas terhadap peran perempuan dalam sejarah bangsa.
Usulan ini akan dikawal secara sinergis oleh:
• DPD RI dari wilayah Sumbagsel (Palembang, Lampung, Jambi, Babel, Bengkulu)
• Kementerian Sosial, KemenPPPA, Kemendikbudristek, Kemendagri, dan Kemensetneg
• Gubernur lima provinsi Sumbagsel
• Dinas Sosial, PPPA, Pariwisata, dan Kebudayaan
• Kalangan akademisi dan sejarawan nasional
Tak hanya mengangkat kiprah sejarah, keturunan Ratu Sinuhun yang tersambung hingga Sunan Giri II, bahkan Sayyidah Fatimah Az-Zahra dan Rasulullah SAW, memperkuat bobot spiritual dan historis dari figur ini.
Pengusulan Ratu Sinuhun tidak semata mengangkat satu nama, tetapi juga sebagai bentuk keadilan sejarah bagi perempuan pejuang yang selama ini kurang mendapat tempat dalam narasi nasional.
Kini, saatnya Ratu Sinuhun dikenang sebagai Pahlawan Nasional, menjadi teladan lintas generasi, dari Sabang hingga Merauke.| Guffe*
Srikandi TP Sriwijaya Audiensi ke DPD RI: Usulkan Ratu Sinuhun Jadi Pahlawan Nasional dari Sumbel










