Srikandi PLN Tingkatkan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Program TJSL Kemandirian Pangan dan Gizi Keluarga di Depok

banner 468x60

Radarjakarta.id | DEPOK – PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Srikandi PLN UIP2B Jamali menginisiasi program Srikandi Movement 2024 “Peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak” yang berfokus pada pencegahan stunting, mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Program ini dilaksanakan di Posyandu Bunda Menanti Ananda yang berlokasi di RW 06 Kelurahan Krukut Kota Depok dan menyasar ibu dan anak.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain penyaluran paket gizi dan kesehatan anak, penyaluran peralatan monitoring tumbuh kembang anak, penyaluran paket kemandirian pangan dan gizi keluarga berupa akuaponik, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), bibit tanaman obat keluarga.

“Kami percaya bahwa stunting merupakan masalah serius yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Melalui program ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas,” ucap Suci Rositawati, Ketua Srikandi PLN UIP2B Jamali.

PLN telah merenovasi akses layanan kesehatan posyandu yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan yang memadai. Selain itu, PLN juga memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Pada kesempatan itu, hadir penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian Sawangan yang menjelaskan kemandirian pangan dan gizi keluarga. Hikmah Yudawati, salah satu penyuluh memperkenalkan bayam Brazil, salah satu tanaman yang kandungan nutrisinya lebih bagus dari bayam biasa.

Selain sebagai sayuran, bayam Brazil ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat nugget dan olahan abon bayam Brazil sebagai alternatif solusi agar anak-anak gemar makan sayur. Tak hanya itu, bayam Brazil juga dapat diolah menjadi peyek dan campuran bakso. Perawatan tanamannya pun mudah, hanya dengan dipelihara dan dikembangkan di halaman rumah, daun bayam Brazil dapat dikonsumsi dan batangnya di stek untuk diperbanyak.

Tak hanya itu, penyuluh juga memperkenalkan sawi pagoda yang dapat ditanam dengan memanfaatkan limbah rumah tangga seperti galon dan botol bekas sehingga tidak ada alasan kurangnya lahan untuk budidaya. Pekarangan sempit dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kemandirian pangan dan gizi keluarga.

Cara bercocok tanam dengan menggunakan perpaduan antara budidaya ikan dan hidroponik pun diperkenalkan. Berbekal ember, ikan lele dan nila, media tanam sekam bakar, penyuluh mempraktikkan cara kerja akuaponik dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber).

Dijelaskan juga bahwa sebelum memasukkan ikan, air yang akan digunakan untuk akuaponik maupun budikdamber diendapkan terlebih dahulu selama 3 hari, diberi garam krosok dan daun klaras pisang.

“Dengan akuaponik maupun budikdamber, warga dapat memanen ikan dan sayuran serta memanfaatkannya sebagai kulkas hidup. Anak-anak yang ingin makan ikan tinggal serok, ingin sayuran tinggal potong dan akan tumbuh kembali,” tutur Hikmah.

PLN berharap bantuan ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian pangan dan gizi keluarga. Dengan demikian, ibu hamil dan anak-anak dapat mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Srikandi movement merupakan gerakan yang berasal dari inisiatif Srikandi PLN untuk berkontribusi pada lingkungan dan membawa dampak positif pada perusahaan. Pada kesempatan ini meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, ” terang Munawwar Furqan, General Manager PLN UIP2B Jamali.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.