Sosialisasi Pancasila di Sumut, Membumikan Pancasila Melalui Buku Bahan Ajar Pendidikan Pancasila

banner 468x60

Maka kita harus kembali dengan metodologi yang lebih modern hingga anak-anak muda dapat mengerti bahwa nilai-nilai kebangsaan melalui Pancasila adalah penting sebagai jawaban dari fenomena-fenomena buruk yang terjadi dalam masyarakat.

“Bangsa ini lahir secara mandiri berkat perjuangan sendiri dan Pancasila adalah jiwa dan dasar dari semangat kemerdekaan tersebut dan karenanya sudah seharusnya Indonesia tetap menjaga dan melestarikan ideologi dan dasar negara tersebut dalam menjaga semangat persatuan dan keindonesiaan,” tutur Ahmad Doli.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Selanjutnya, Narasumber ketiga Antonius Benny Susetyo, staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP menjelaskan bahwa buku bahan ajar Pancasila yang disusun di Jogja oleh 200 pakar lintas disiplin ilmu dan iman, menjadi buku awal atau buku sumber kemudian disarikan menjadi dua buku, yaitu buku guru dan buku murid. Ia mengatakan bahwa buku sekolah dasar membangun imajinasi peserta didik agar terjadi pembatinan nilai Pancasila agar anak aktif dalam upaya mengalami manusia, anak yang bertuhan respon dan menjaga dan menghormati sesama dengan contoh-contoh aktual dan dapat mempengaruhi rasa kemanusiaan pada peserta didik.

Lebih lanjut dokter komunikasi politik itu menyatakan bahwa sudah seharusnya Pancasila menjadi sepenuhnya milik peserta didik dengan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari, hal ini karena Pancasila mengembangkan rasa ketuhanan, keadilan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial dengan menyadari kenyataan tersebut ,dimulai dari para siswa dan tenaga pendidik Kita bisa bersinergi dengan membagi konten konten bermutu dan berPancasila kepada masyarakat hingga masyarakat benar-benar memahami dan mengalami Pancasila.

Dalam buku bahan ajar ini akan lebih banyak visualisasi dan konten-konten aktual yang tidak terlalu terpaku pada tulisan dan teori yang diketengahkan, Paradigma belajar lebih kepada hal-hal praktis tidak lagi tugas-tugas yang kaku, hingga anak-anak mengerti bahwa mencintai Pancasila berarti anak-anak disiplin, pekerja keras saling menyayangi dan menghormati.

Benny menutup paparannya dengan mengatakan bahwa “dengan adanya acara pembinaan ideologi Pancasila ini, para guru diharap dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Mereka dapat mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik dengan cara yang dan menyenangkan. Mereka juga dapat menjadi contoh dan teladan bagi peserta didik dalam berperilaku Pancasila. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi slogan atau simbol, tetapi menjadi jiwa dan karakter bangsa Indonesia,”

Rangkaian Acara Sosialiasi Pancasila yang dihadiri oleh para guru dan unsur pendidik dari kisaran,pematang siantar dan Langkat ini diakhiri pada Rabu 8 November 2023 di Langkat, Sumatera Utara. |Eka*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.