Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Adang Daradjatun Ajak Warga Pahami Pancasila dan UUD 1945

banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id — Anggota DPR RI Komisi III Fraksi PKS, Adang Daradjatun, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Hotel Maple, kawasan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak siang hingga sore hari tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Mereka terdiri dari kader Karang Taruna se-Jakarta Barat, warga Tanjung Duren, hingga relawan pendukung Adang Daradjatun. Tingginya partisipasi peserta mencerminkan besarnya antusiasme publik terhadap penguatan wawasan kebangsaan di tengah dinamika sosial dan politik nasional.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini membahas empat fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Seluruh materi disampaikan secara dialogis, komunikatif, dan edukatif agar mudah dipahami serta relevan dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini.

Sejumlah narasumber kompeten turut dihadirkan untuk memperkaya perspektif peserta. Mereka antara lain Bendahara Umum Karang Taruna Kebon Jeruk, Fitriantoro S., ST., Tenaga Ahli Adang Daradjatun, Yasril, SH., serta Dosen Tetap Fakultas Hukum dan Tata Negara (FHUM), Dr. Abdul Aziz Muhammad, SH., MH. Kehadiran para narasumber lintas latar belakang ini menjadikan diskusi berlangsung dinamis dan substantif.

Dalam sambutannya, Adang Daradjatun menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bukan sekadar agenda formal atau seremonial, melainkan bagian dari strategi kebangsaan yang bersifat jangka panjang untuk membangun karakter bangsa yang kuat, berintegritas, dan berlandaskan konstitusi.

Momen edukatif: Adang Daradjatun ajak Karang Taruna dan peserta pahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

“Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika harus terus dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Adang di hadapan peserta.

Ia juga menekankan pentingnya seluruh elemen bangsa untuk tetap berpegang teguh dan loyal terhadap kepemimpinan nasional yang sah secara konstitusional. Menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga stabilitas nasional, persatuan, serta keutuhan bangsa Indonesia.

Adang menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap kepemimpinan negara tidak semata-mata dimaknai sebagai persoalan politik praktis, melainkan wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, selama kepemimpinan tersebut dijalankan berdasarkan hukum, konstitusi, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Dengan menjunjung tinggi kepemimpinan nasional yang sah, kita turut memperkuat sendi-sendi demokrasi, menjaga ketertiban dan harmoni sosial, serta mencegah potensi perpecahan di tengah keberagaman bangsa,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, kritik, maupun aspirasi terkait isu kebangsaan, persatuan, serta tantangan kehidupan bermasyarakat di era globalisasi.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan buku Empat Pilar MPR RI secara simbolis kepada perwakilan peserta. Penyerahan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk terus menyebarluaskan, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan semakin menguat dan mampu menjadi benteng moral serta ideologis dalam menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas nasional di tengah tantangan jaman yang terus berkembang.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.