Fakta di lapangan bahwa pasca pencoblosan, penghitungan suara untuk Pilpres lah yang paling terawasi baik mengingat hasil Pilpres yang pertama dihitung di TPS, artinya hari masih siang mendekati sore, dan ketika penghitungan itu dilakukan, petugas KPPS nya pun masih bugar dan segar dan warga masih ramai mengikuti proses penghitungan karena mereka ingin tahu hasil pilpres di TPS mereka masing-masing.
Nikson juga membantah anomali yang disampaikan capres Ganjar terkait suaranya jauh di bawah suara pencapaian partainya.
“Pilpres dan Pileg adalah dua hal yang berbeda, orang bisa memilih capres si A tetapi untuk pilihan caleg justru berbeda dengan partai si Capres A atau koalisi partai yang mengusung Capres A,” ujar Nikson.
Nikson sendiri di lapangan mendapati fakta bahwa seorang pemilih, mencoblos caleg Partai A untuk DPR RI, caleg Partai B untuk DPRD tingkat Provinsi, caleg Partai C untuk tingkat kabupaten.
Kata Nikson, kekecewaan paslon 01 dan 03 adalah wajar, tetapi terlalu mengada-ada kalau menuduh bahwa itu karena kecurangan.
“Banyak orang bisa tidak puas atau tidak sependapat, tetapi kemenangan Prabowo-Gibran satu putaran adalah kenyataan yang tidak terbantahkan dari hasil perhitungan di TPS, dan sekali lagi klo ada ketidakpuasan paslon atau pendukung paslon maka penyelesaiannya adalah dengan mekanisme hukum karena kita negara hukum,” kata Nikson.
Oleh sebab itu, Sekjen GEKIRA ini mengajak para paslon dan elit partai untuk rekonsiliasi.
“Rekonsiliasi pasca hari H Pemilu dan pengumuman Quick Count sambil menunggu pengumuman resmi KPU adalah kebijakan terdepan yang harus dilakukan oleh para paslon dan elite partai saat ini. Kita perlu menjaga agar jangan sampai kedamaian, persatuan dan kesatuan bangsa ini terganggu dan dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab untuk melakukan politik pecah-belah,” harapnya.
Ia mengungkapkan perjalanan kehidupan bangsa ke depan adalah tanggungjawab bersama semua anak bangsa apakah dalam posisi sebagai koalisi dalam pemerintahan atau yang mengambil posisi diluar sebagai penyeimbang.
“Hasil Pilpres 2024 bukanlah akhir perjuangan, ini adalah awal pengabdian terbaik bagi Presiden/Wakil Presiden terpilih serta persiapan paling awal bagi paslon atau partai pengusung paslon menuju Pilpres 2029,” tutup Nikson. | Tio*










