SMK Forward Nusantara Komitmen Serius Membangun Jiwa Kewirausahaan

Kepala SMK Forward Nusantara, Danan Wuryanto Pramono memberikan penghargaan kepada siswa dengan produk usaha terbaik, SMK Forward Nusantara, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat (13/2).
banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Komitmen serius dalam membangun jiwa kewirausahaan menjadikan SMK Forward Nusantara, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, kian diperhitungkan dunia industri. Sekolah ini menerapkan sistem pembelajaran yang dirancang khusus agar siswa siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sejak dini.

Kepala SMK Forward Nusantara, Danan Wuryanto Pramono menjelaskan, struktur pembelajaran di sekolahnya berbeda dari kebanyakan SMK. Seluruh materi teori diselesaikan lebih awal sehingga saat memasuki kelas 12, siswa dapat fokus pada praktik kerja dan magang di perusahaan.

“Kelas 10 menuntaskan materi kelas 10. Kelas 11 semester satu menyelesaikan materi kelas 11, dan semester dua sudah merampungkan materi kelas 12. Jadi ketika kelas 12, siswa sepenuhnya praktik di dunia kerja, menyelesaikan ujian, sekaligus menyusun laporan,” ujarnya kepada Radar Depok, Jumat (13/2).

Dengan pola tersebut, sebagian besar siswa kelas 12 telah terserap di berbagai perusahaan. Bahkan, permintaan magang dari industri kerap melebihi kuota yang tersedia.

“Untuk pemagangan saja kami kewalahan memenuhi permintaan. Hampir semua siswa terserap. Yang tidak magang biasanya terkendala kedisiplinan atau kompetensinya masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Tak hanya menyiapkan lulusan siap kerja, sekolah juga mengubah paradigma dari konsep lama BMW (Bekerja, Melanjutkan, Berwirausaha) menjadi BBM (Berwirausaha, Bekerja, Melanjutkan). Menurut Pramono, titik utama kini adalah mendorong siswa berani memulai usaha lebih dulu.

Sebagai bentuk dukungan, sekolah menggandeng inkubator bisnis di Jakarta selama tiga bulan pertama pembinaan. Siswa mendapatkan pelatihan live streaming, public speaking, hingga strategi pemasaran digital. Setelah itu, pembinaan dilanjutkan bersama kreator dan praktisi bisnis, Aril Kurnia, dengan pendekatan usaha yang realistis dan minim modal.

Sekolah menekankan pengembangan bisnis yang tidak bergantung pada modal besar. Siswa diajarkan memahami tiga kategori produk: komoditas, produk tren, dan produk kebutuhan spesifik—yang dinilai memiliki peluang besar di pasar.

Selain itu, SMK Forward Nusantara membangun unit usaha internal sebagai laboratorium praktik. Tahun ini, seluruh siswa direncanakan magang di unit usaha milik sekolah yang bekerja sama dengan industri.

Beberapa unit yang telah disiapkan antara lain toko roti, klinik kecantikan, layanan digital printing untuk jurusan DKV, serta pengembangan server dan sistem website sekolah oleh siswa jurusan TKG. Bahkan, server sekolah telah dikembangkan sendiri oleh para siswa.

Tahap akhir program bukan sekadar penyusunan proposal atau business plan. Siswa dituntut membuktikan produknya benar-benar laku di pasaran. Mereka yang berhasil menjual produknya akan dikukuhkan sebagai wirausahawan muda sekolah.

“Keberhasilan bukan hanya pada rancangan usaha, tetapi ketika produk itu terjual. Jika sudah bisa jualan, wajib kami wisuda sebagai entrepreneur muda. Itu indikator keberhasilan kami,” tegas Pramono.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.