Skandal ACL Two 2025/2026: Cong An Ha Noi FC Menang 4-0, Tiba-Tiba Dihukum 0-3!

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Dunia sepak bola Asia diguncang keputusan mengejutkan dari Asian Football Confederation (AFC). Kemenangan telak 4-0 yang diraih Cong An Ha Noi FC atas Tampines Rovers FC dalam leg pertama 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 resmi dibatalkan.

Alih-alih melangkah ringan ke perempat final, klub Vietnam itu justru divonis kalah 0-3 lewat keputusan walkover (WO). Sebuah kemenangan berubah menjadi petaka dalam hitungan hari.

Dari Euforia ke Sanksi Berat

Laga yang digelar di Hang Day Stadium, Hanoi, semula menjadi panggung dominasi tuan rumah. Empat gol tanpa balas membuat CAHN seolah sudah menginjakkan satu kaki di babak berikutnya.

Namun hasil tersebut dianulir setelah Komite Disiplin dan Etik AFC menemukan pelanggaran serius: CAHN menurunkan dua pemain yang seharusnya tidak boleh tampil.

Dua nama yang menjadi sorotan adalah:

• Stefan Mauk

• Rogerio Alves dos Santos

Keduanya telah mengoleksi tiga kartu kuning di fase grup, yang otomatis berujung skorsing satu pertandingan. Secara regulasi, mereka wajib absen di leg pertama 16 besar.

Ironisnya, keduanya justru turun sejak menit awal. Bahkan salah satu dari mereka ikut menyumbang gol dalam kemenangan 4-0 tersebut.

Putusan Tegas AFC: WO, Denda, dan Potong Dana

Merujuk Pasal 56 dan 67 Kode Disiplin AFC serta Pasal 25 Regulasi Kompetisi, AFC memutuskan:

• Skor diubah menjadi 0-3 untuk kemenangan Tampines

• Denda 2.000 dolar AS

• Pemotongan 50% biaya partisipasi dari total 80.000 dolar AS

Dalam pernyataan resminya, AFC menegaskan bahwa tanggung jawab memantau akumulasi kartu sepenuhnya berada pada klub.

“Klub gagal menjalankan kewajiban administratif untuk memastikan kelayakan pemain,” tegas AFC.

Klarifikasi Pelatih dan Kebingungan Pemain

Pelatih CAHN, Alexandre Polking, mengakui kesalahan administratif tersebut. Namun ia juga menyebut adanya kebingungan internal karena laporan awal yang diterima tim menyatakan para pemain tersebut tercantum dalam daftar layak tampil.

Stefan Mauk bahkan sempat mengungkapkan kebingungannya melalui media sosial, mempertanyakan validitas laporan kelayakan pemain sebelum pertandingan berlangsung.

Leg Kedua Jadi Pertaruhan Segalanya

Kini CAHN harus menghadapi leg kedua di Jalan Besar Stadium dengan situasi terjepit. Mereka wajib menang minimal 4-0 untuk membalikkan agregat dan menjaga asa lolos.

Situasi ini mengingatkan publik pada kasus musim lalu ketika Lion City Sailors FC diuntungkan akibat kesalahan administratif lawan dan akhirnya melaju hingga final sebelum takluk dari Sharjah FC.

Kini giliran Tampines yang mendapat “durian runtuh” dari kelalaian rivalnya.

Kesalahan Administratif, Harga yang Terlalu Mahal

Skandal ini menjadi pelajaran keras: di level kompetisi Asia, kelalaian sekecil apa pun bisa berujung bencana.

Cong An Ha Noi tak kalah di atas lapangan — tetapi tumbang oleh kesalahan di meja administrasi.

Sepak bola modern tak hanya soal taktik dan gol. Ia juga tentang disiplin, detail, dan kepatuhan regulasi. Dan kali ini, harga kelalaian itu setara dengan mimpi yang nyaris runtuh.|Daffa*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.