JAKARTA, Radarjakarta.id – Upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri halal global terus digenjot. Universitas Indonesia (UI) melalui UI Halal Training Center (UIHTC) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mendirikan Lembaga Pelaksana Pelatihan Jaminan Produk Halal (LP2JPH).
Penandatanganan PKS yang berlangsung di Kantor BPJPH, Jakarta, Rabu (7/1/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri halal yang profesional dan mampu bersaing di tingkat global.
Melalui kerja sama tersebut, UIHTC dan BPJPH akan menyelenggarakan berbagai program Pelatihan Jaminan Produk Halal, mulai dari pelatihan auditor halal, penyelia halal, juru sembelih halal, hingga penguatan SDM bidang syariah dan Dewan Syariah/Dewan Fatwa. Selain itu, pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) serta pemanfaatan jaringan kemitraan dan media publik juga menjadi bagian dari ruang lingkup kerja sama.
Data BPJPH per 7 Januari 2026 menunjukkan, jumlah SDM industri halal yang telah terlatih masih belum sebanding dengan besarnya potensi industri halal global. Saat ini tercatat 1.979.531 penyelia halal, 3.575 juru sembelih halal, 1.975 auditor halal, 112.302 pendamping proses produk halal, serta 38 lembaga pelatihan SDM halal di Indonesia.
Padahal, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2023/2024, nilai industri halal dunia diproyeksikan menembus USD 5,96 triliun pada 2026. Ironisnya, selama beberapa tahun terakhir pasar ekspor industri halal justru dikuasai negara non-OKI seperti China, India, Brasil, Rusia, dan Amerika Serikat, sementara Indonesia masih tercatat sebagai importir produk halal dunia periode 2020–2025.
Besarnya potensi industri halal nasional juga belum dimanfaatkan secara optimal. Indonesia menyumbang sekitar 11,34 persen ekonomi halal global dan berkontribusi terhadap PDB nasional sekitar USD 5,1 miliar atau Rp72,9 triliun per tahun melalui peluang investasi dan ekspor. Namun, dalam lima tahun terakhir Indonesia justru menjadi konsumen terbesar produk halal dunia, sebagaimana tercatat dalam laporan SGIE 2018/2019 hingga 2023/2024.
Direktur UI Halal Training Center, Qiwamudin, menegaskan bahwa UIHTC siap mengambil peran strategis dalam mencetak SDM industri halal berkelas dunia.
“UIHTC sebagai bagian dari UI Halal Center menjadi era baru industri halal UI dalam menciptakan SDM halal yang berdampak dan berdaya saing global. Sejalan dengan tagline kami, Building Halal Talent for a Global Future, demi menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan berharap kehadiran lembaga pelatihan halal di UI dapat menjadi angin segar dalam penerapan standar SDM industri halal nasional.
“UI harus menerapkan standar dan kurikulum terbaik serta memosisikan diri sebagai lembaga pelatihan halal yang profesional, kredibel, adaptif, dan berdaya saing global. UI diharapkan menjadi bridge institution antara dunia akademik dan dunia industri,” tegasnya.
UI Halal Training Center telah mengantongi SK 06/SK/UIHC/2025 dari UI Halal Center serta Keputusan Kepala BPJPH RI Nomor 325 Tahun 2025 tentang Penetapan UIHTC sebagai Lembaga Pelaksana Pelatihan Auditor Halal dan Penyelia Halal dengan nomor registrasi 2601000001.
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan, Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham, Presiden Direktur UI Halal Center Nia Adriana, Direktur UI Halal Training Center Qiwamudin, Rektor UIN Bukittinggi Silfia Hanani, Direktur Direktorat Riset, Hilirisasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Nur Atik, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Good Fortune Halal Certification Service (Qingdao) Co., Ltd, Direktur PT Indonesian Cloud, serta para deputi BPJPH RI.










