JAKARTA, Radarjakarta.id – Upaya mengangkat harkat dan martabat lansia serta melestarikan warisan tokoh perempuan Nusantara semakin nyata melalui pendirian Sekolah Lansia Ratu Sinuhun.
Ketua Umum Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, Nyimas Aliah SE, S.Sos, M.Ikom, menegaskan bahwa sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga simbol perjuangan mengangkat Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional Perempuan dari Sumatera Selatan.
Ratu Sinuhun dikenal sebagai penggagas Kitab Undang-Undang Simbur Cahaya pada abad ke-16 hingga 17, yang hingga kini menjadi rujukan penting bagi pakar hukum adat. “Ini bukti nyata bahwa beliau layak diperjuangkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Nyimas Aliah saat acara pembukaan di Pejaten Suite, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).
Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain:
Puji Prihartiningsih S.Psi., MM, Direktur Ketahanan Keluarga Kementerian Kependudukan BKKBN.
Dr. Soeharijanto Ari Soekadi MPsiT, Wakil Ketua II Nasional PKBI dan Direktur Sekolah Ramah Lansia DKJ.
Dr. Ir. Lies Rosdianty, M.Si, Wakil Sekjen DPN Persatuan Pensiunan Indonesia sekaligus Kepala Sekolah Lansia Ratu Sinuhun.
Dr. Kunthi Tridewiyanti SH, MA, Dewan Pakar Srikandi TP Sriwijaya, Dosen Pascasarjana Universitas Pancasila, sekaligus pengusul Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional.
R.A. Aisyah SE, MM, Ketua Harian Srikandi TP Sriwijaya, beserta tokoh perempuan dan pengurus Srikandi TP Sriwijaya lainnya.
Nyimas Aliah menjelaskan, sekolah ini berbasis komunitas, bukan lingkungan formal semata. Setiap bulan, lansia dan pra lansia berkumpul bersama komunitas Belajasumba untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkaya pengetahuan.
“Harapan kami, sekolah ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya para lansia. Mereka bukan hanya belajar, tetapi juga menjadi duta lansia yang berdaya dan bermanfaat di lingkungannya,” tuturnya.
Selain fokus pada kelanjutusiaan, Srikandi TP Sriwijaya juga menekankan pengembangan seni budaya dan ekonomi komunitas. Sekolah Lansia Ratu Sinuhun diharapkan menjadi ruang inspirasi sekaligus jawaban atas berbagai keresahan yang kerap dirasakan lansia.
Pembukaan sekolah ditandai dengan pemotongan nasi jambaran sebagai simbol rasa syukur. “Kami berterima kasih atas dukungan para tokoh perempuan Sumatera Bagian Selatan. Meski tidak semua hadir, semangat mereka tetap bersama kami,” kata Nyimas Aliah.
Dengan berdirinya Sekolah Lansia Ratu Sinuhun, Srikandi TP Sriwijaya berharap warisan perjuangan Ratu Sinuhun terus hidup, menginspirasi generasi penerus, dan membawa manfaat nyata bagi lansia di Indonesia.|Guffe*
Sekolah Lansia Ratu Sinuhun: Warisan Perempuan Nusantara










