Radarjakarta.id | SEMARANG – Cuaca ekstrem yang ditandai hujan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak Rabu siang hingga malam. yang tak kunjung reda di Kota Semarang hingga menyebabkan banjir, jalan ambles, hingga tanah longsor di sejumlah titik wilayah. Salah satunya, tanah longsor di Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, Kota Semarang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Martanto, Rabu, mengatakan genangan banjir bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter terjadi di Jalan Kaligawe di Kelurahan Muktoharjo, Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Krobokan, serta Kelurahan Kudu.
Endro menambahkan titik yang banjir mengalami tren kenaikan menyusul hujan yang masih mengguyur Kota Semarang. Selain banjir, kata dia, tanah longsor akibat cuaca buruk juga terjadi di sejumlah wilayah di Kota Semarang.
“Sementara ada laporan 10 kejadian tanah longsor,” ujar Endro.
Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam berbagai bencana hidrometeorologi tersebut.
Salah satu warga terdampak, Ahmad Subaidi, mengatakan, tanah longsor tersebut terjadi pada Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 22.00 WIB.
Namun, lantaran hujan di Kota Semarang yang tak kunjung reda, lantas berimbas pada jalanan dekat tempat tinggalnya tersebut. “Di bawah jalan itu kan ada gorong-gorong, saluran air besar itu sudah bocor. Makanya tanahnya selalu masuk ke gorong-gorong terus hilang kebawa air. Airnya berkurang, otomastis permukaan jalan menurun,” ucap Ahmad saat ditemui, Kamis (14/3/2024) malam.
Meski demikian, Ahmad menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah, semuanya sehat selamat. Untuk tanah longsor belum ada evakuasi. Tapi pihak pengembang sudah menemui kami, mereka sedang menyediakan rumah untuk evakuasi kami,” katanya lagi. | Faisal 6444*











