Prabowo: PDIP di Luar Pemerintahan, Tetapi Rakyat Tetap Nomor Satu

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan nasional tidak harus diwujudkan dengan seluruh partai politik bergabung ke dalam pemerintahan. Sikap PDI Perjuangan (PDIP) yang memilih berada di luar lingkar kekuasaan eksekutif disebutnya sah dan tidak menjadi persoalan, selama komunikasi dan kerja sama untuk kepentingan bangsa tetap terjaga.

Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pidatonya, Prabowo justru menekankan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan keseimbangan, termasuk keberadaan kekuatan politik di luar pemerintahan.

“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah. Tidak. PDIP boleh di luar, boleh, tapi kerja sama,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan hadirin.

Menariknya, Prabowo memberi contoh nyata sikap politiknya yang inklusif. Ia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Pramono Anung, kader PDIP, sebagai Gubernur DKI Jakarta, meski partai tersebut tidak berada dalam barisan pemerintahan pusat.

“Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI. Betul. Negara ini butuh pemimpin yang bekerja, bukan sekadar satu barisan politik,” tegasnya.

Tak hanya soal politik, Prabowo juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahannya. Ia menepis anggapan bahwa program tersebut dipengaruhi peta politik Pilpres 2024.

Presiden secara terbuka mengakui kekalahannya di Sumatera Barat dan Aceh pada Pilpres lalu, di mana suara mayoritas dimenangkan pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar. Namun, kekalahan itu sama sekali tidak memengaruhi kebijakan negara.

“Apakah karena saya kalah di Sumatera Barat, lalu MBG tidak dikirim ke sana? Tidak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh? Saya kalah juga di Aceh. Tidak. Karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya milik seluruh bangsa Indonesia,” kata Prabowo dengan nada tegas.

Menurut Prabowo, keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat tidak boleh ditentukan oleh pilihan politik daerah. Negara, kata dia, harus hadir untuk seluruh rakyat tanpa kecuali.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyebut Perayaan Natal Nasional sebagai simbol kuat kerukunan Indonesia. Ia menilai keberagaman agama, budaya, dan politik justru menjadi kekuatan bangsa jika dikelola dengan saling menghormati.

“Negara kita hebat, negara kita kaya, dan negara kita bisa jauh lebih makmur jika para pemimpinnya bersatu dan bekerja sama,” pungkasnya.

Pidato Prabowo ini sekaligus menjadi sinyal kuat arah kepemimpinannya: pemerintahan inklusif, kebijakan tanpa dendam politik, dan persatuan di atas kepentingan partai. Sebuah pesan yang langsung menyita perhatian publik dan memicu perbincangan luas di panggung nasional.|Bemby*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.