JAKARTA, Radarjakarta.id – Isu penutupan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang viral usai diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, langsung direspons oleh Sekretaris Jenderal Pasbata Prabowo, Budiyanto Hadinagoro.
Budiyanto meminta publik untuk tidak terlalu reaktif dalam menyikapi satu kasus yang bersifat lokal, apalagi sampai menggeneralisasi seolah-olah program KDMP secara nasional bermasalah.
“Dari 80.000 gerai cuman yang error hanya 1 tidak bisa dijadikan patokan bahwa progam tersebut tidak jalan, pasti ada margin erornya jangan terlalu dini membuat opini di media sosial,” tegas Budiyanto dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).
Ia menegaskan bahwa program KDMP merupakan gerakan besar yang masih dalam tahap awal. Budiyanto menekankan bahwa program ini bertujuan jangka panjang untuk memperkuat ekonomi desa dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini baru berjalan. Diberi waktu, tentu akan ada proses perbaikan dan penyesuaian. Tapi arah dan tujuannya jelas: memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Sebelumnya, gerai KDMP di Desa Pucangan menjadi sorotan setelah mitra strategisnya, Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, memutus kontrak kerja sama secara sepihak. Direktur Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Anas Al Khifni, menyebut pemutusan kerja sama dilakukan karena kontribusi lembaganya tidak disebutkan dalam peluncuran virtual bersama Presiden Prabowo.
Meski begitu, Budiyanto menilai bahwa dinamika dalam kerja sama merupakan hal biasa dalam proyek besar seperti ini, dan penyempurnaan akan terus dilakukan. “Mari kita semua dukung program pemerintah ini. Pihak kades juga sudah minta maaf dan mengklarifikasi alasannya,” tutup Budiyanto.










