Sanggar Larasati: Menari Menyatukan Jiwa, Membumikan Budaya

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Depok – Di tengah riuhnya modernitas, Sanggar Larasati hadir sebagai oase seni yang membangkitkan semangat budaya melalui gerak gemulai tari tradisional. Dalam ujian kenaikan tingkat ke-16 yang digelar meriah di Pesona Square, Jalan Juanda, para siswa menampilkan hasil latihan mereka selama setahun penuh tak sekadar tarian, tapi juga dedikasi, disiplin, dan cinta pada budaya.

“Menari itu melatih rasa, mengasah motorik, sekaligus membentuk karakter,” ujar Dadang Wihana, Dewan Pembina Sanggar Larasati, saat memberi sambutan. Menurutnya, dunia seni sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. “Anak-anak seni biasanya lebih peka, lebih terbuka, dan punya imajinasi luas. Karena itu, tak salah jika orang tua menitipkan putra-putrinya di Sanggar Larasati,” tambahnya.

Dadang juga berpesan agar para peserta ujian tidak tegang. “Ini adalah momen evaluasi, bukan pembuktian. Justru dari sinilah kita tahu apa yang perlu ditingkatkan,” ucapnya menenangkan.

Sementara itu, Henny Novianty, S.Pd., M.M., selaku Direktur Sanggar Tari Larasati mengungkapkan bahwa tahun ini sekitar 180 murid dari tiga cabang sanggar pusat, GDC, dan Mampang mengikuti ujian tahunan ini. Ujian dibagi ke dalam 11 tingkatan yang melaksanakan ujian dan 2 tingkatan sebagai pengisi acara.

Tahun ini, Sanggar Larasati menghadirkan tiga juri bergengsi:

• Wiwiek Widiyastuti, S.E., maestro tari Betawi

• Prof. Dr. Dinny Devi Triana, dosen seni tari dari Universitas Negeri Jakarta

• Upi Adriani, S.Pd., seniman dan koreografer tari

Para juri tidak hanya menilai dari segi teknik, namun juga konsistensi kehadiran selama latihan setahun terakhir. Setiap tingkatan akan memilih penari terbaik berdasarkan nilai tertinggi, dan mereka yang terpilih akan memperebutkan Piala Bergilir Penari Terbaik Sanggar Larasati, yang kini memasuki tahun ke-3 pemberiannya.

“Kami menekankan bahwa ujian ini harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Hanya mereka yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang akan naik ke tingkat berikutnya,” tegas Henny.

Lebih dari sekadar ujian, acara ini adalah perayaan budaya, kerja keras, dan komitmen generasi muda dalam melestarikan warisan bangsa. Sanggar Larasati tidak hanya menari mereka menanamkan makna dan menggugah rasa. | Aji*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.